Jelang Akhir Tahun, BPH Migas Kejar Target Penuhi 83 Titik BBM 1 Harga

Akfa Nasrulhak - detikFinance
Selasa, 24 Nov 2020 16:53 WIB
BBM 1 harga di Manokwari
Foto: Akfa Nasrulhak
Manokwari -

Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) optimis bisa mencapai target pembangunan 83 lembaga penyalur BBM 1 Harga tahun ini. Hingga kini, BPH Migas telah mengawal sebanyak 39 titik sepanjang tahun 2020.

"Kami optimis tahun 2020 ini target kita dengan Pertamina, saya minta komitmennya, 83 lokasi mesti selesai. Tahun 2017 sampai 2019, 170 lokasi selesai semua. Selama ini BPH Migas mengawal, pasti tepat waktu, bahkan lebih cepat. Jangan sampai 2020 ini 83 lokasi tidak selesai. Sekarang baru 39 lokasi, berarti masih 44 lokasi lagi yang mesti kita resmikan," ujar Kepala BPH Migas M. Fanshurullah Asa dalam peresmian BBM Satu Harga di Terminal BBM Manokwari, Papua Barat, Selasa (24/11/2020).

Ifan, sapaaan akrabnya, mengatakan sisa 44 SPBU yang belum diresmikan pada dasarnya sudah siap, namun tinggal penyelesaian dalam tahap administrasi.

"Totalnya tahun ini kan 83 titik targetnya, sudah diresmikan 39 titik. Tapi yang 44 titik sisanya ini sudah siap, tinggal nanti kita simbolis peresmian dan juga soal perizinan. Ini banyak kendala di perizinan, itu yang mungkin agak lamban. Jadi kami mohon bantuan kepada pemerintah provinsi, maupun kabupaten/kota, kalau dikasih lokasi BBM 1 harga ini mohon dibantu, ini kepentingan masyarakat kecil. Jangan izinnya dipersulit," ujarnya.

Lebih lanjut Ifan mengungkapkan dengan adanya program BBM 1 harga, maka masyarakat bisa membeli bensin dengan harga BBM yang lebih murah. Dampaknya bukan hanya pemerataan, namun bakal menggerakkan ekonomi secara lebih masif.

"BBM Satu Harga di 3T kita laksanakan untuk mewujudkan bukan hanya masalah pertumbuhan ekonomi, tapi yang lebih penting adalah keadilan sosial yang berbasiskan dalam keadilan energi. Jadi kita membalik filsafat ekonomi kita, bukan pertumbuhan yang menyebabkan keadilan, tetapi keadilan yang nanti bisa menggerakkan pertumbuhan ekonomi," ungkap Ifan.

Sementara itu, Direktur Perencanaan dan Pengembangan Bisnis PT Pertamina (Persero) Mars Ega Legowo Putra menegaskan siap menjalankan program BBM satu harga agar dapat mencapai target tepat waktu. Ia pun mengakui dalam progres menghadirkan BBM satu harga tahun ini, sempat terhambat akibat adanya pandemi COVID-19.

"Jadi memang 44 titik sudah kami siapkan, memang pada pertengahan tahun akibat adanya COVID-19 ini, tentu proses konstruksi sedikit terhambat tapi sekarang sudah on progres. Mudah-mudahan di akhir November ini ada yang akan kita resmikan, di pertengahan Desember juga ada, mudah-mudahan bisa kita kejar," ungkap Mars Ega.

"Saat ini kita sudah hadirkan 39 titik, tapi lokasinya cukup jauh, seperti di beberapa wilayah terluar, itu akses menuju ke lokasi tidak mudah. Sekarang walaupun targetnya 83 titik SPBU, tapi sesungguhnya lokasinya jauh lebih susah ketimbang di periode awal," imbuhnya.

Diketahui, sejak tahun 2017-2019, BPH Migas telah berhasil mengawal dan melakukan supervisi terhadap pembangunan penyalur BBM 1 Harga dengan capaian sebanyak 170 Lembaga Penyalur BBM 1 Harga. BPH Migas telah menugaskan PT Pertamina (Persero) dan PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) untuk melakukan pembangunan Penyalur BBM 1 Harga pada Lokasi Tertentu yang telah ditetapkan.

(mul/ega)