Proyek SP Bambu Besar & SKG Betung Rampung Lebih Cepat dari Target

Angga Laraspati - detikFinance
Jumat, 27 Nov 2020 20:25 WIB
Pertamina EP
Foto: Pertamina EP
Jakarta -

PT Pertamina EP berhasil menyelesaikan SP Bambu Besar dan SKG Betung lebih cepat dari target yang semula ditargetkan on stream pada tahun 2021. Kedua proyek tersebut disebut dapat menambah produksi minyak sebesar 2.738 barel minyak per hari (bopd) dan gas sebesar 15,52 MMscfd.

Kepala Divisi Manajemen Proyek dan Pemeliharaan Fasilitas SKK Migas, Luky A. Yusgiantoro mengapresiasi kinerja PT Pertamina EP yang dapat menyelesaikan lebih cepat kedua proyek tersebut sehingga pada tahun 2020 pasokan energi nasional berhasil mendapatkan tambahan produksi.

"Dalam kondisi pandemic Covid-19 dan harga minyak yang rendah, capaian ini sangat luar biasa karena untuk mencapainya, dibutuhkan effort tambahan di lapangan," kata Luky dalam keterangan tertulis, Jumat (27/11/2020).

Luky menjelaskan proyek SP Bambu Besar berkontribusi menghasilkan tambahan produksi minyak sebesar 2738 bopd dan gas 5.52 MMscfd, serta untuk SKG Betung dapat menjaga produksi gas sebesar 10 MMscfd.

"Kami berharap PT Pertamina EP secara berkelanjutan melakukan inovasi, efisiensi dan peningkatan pengelolaan aspek manajemen pengelolaan proyek, kompetensi sumber daya manusia, dan keteknikan dengan tetap mengutamakan keselamatan kerja dalam pemenuhan target-target penyelesaian Proyek Hulu Migas", terangnya.

Sementara itu, Direktur Pengembangan dan Operasi PT Pertamina Hulu Energi, selaku Sub Holding Upstream, Taufik Adityawarman menyampaikan dalam menyelesaikan proyek tersebut Pertamina EP menghadapi berbagai tantangan di tengah pandemic Covid-19

"Kami sangat mendukung optimalisasi atas aset-asset idle yang dapat memberikan nilai tambah bagi perusahaan sehingga terjadi efisiensi dan dapat direplikasi di tempat lain", tambahnya

Di sisi lain, Direktur Utama PT Pertamina EP Eko Agus Sardjono, menyampaikan pencapaian proyek SP Bambu Besar dan Proyek SKG Betung tidak lepas dari dukungan seluruh pemangku kepentingan Kementerian ESDM, SKK Migas, PT Pertamina Hulu Energi selaku Subholding Upstream serta seluruh instansi dan pihak terkait.

Ia berharap pencapaian tersebut bisa menjadi booster dan pemicu kepada seluruh Perwira Pertamina di seluruh Indonesia agar terus semangat menjadi energi mengabdi untuk Indonesia walau di masa pandemi COVID-19.

"Kami sangat berterima kasih kepada seluruh stakeholder internal dan eksternal dalam mendukung PT Pertamina EP untuk mencapai target Produksi Migas Nasional", tambah Eko.

Sebagai informasi, penyelesaian Fasilitas Gas SP Bambu Besar dinilai penting dalam upaya menjaga pasokan gas ke industri domestik di Jawa Barat. Selanjutnya pencapaian PT Pertamina EP ditandai dengan pengaliran gas dari proyek SKG Betung pada tanggal 15 November 2020 merupakan pemenuhan komitmen untuk menjaga pasokan gas domestik.

Produksi gas SP Betung kemudian dikirim melalui jaringan pipa Sumbagsel yang terhubung dengan industri di Sumatera dan Jawa. Fasilitas Produksi SP Bambu Besar dan SKG Betung berhasil diselesaikan dengan koordinasi yang baik dari berbagai pihak, secara efisien, zero accident dan dengan mitigasi risiko pandemic COVID-19.

(ega/hns)