Terpopuler Sepekan

Syarat Kendaraan Boleh 'Tenggak' Pertalite Harga Premium

Hendra Kusuma - detikFinance
Sabtu, 28 Nov 2020 12:15 WIB
SPBU Tanah Abang jual Pertalite dengan harga Rp 6.450 per liter. Sejumlah pemotor pun antre di SPBU itu demi dapat membeli Pertalite seharga Premium itu.
Ilustrasi/Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta -

PT Pertamina (Persero) sedang menjalankan kegiatan promosi di beberapa stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Salah satunya di SPBU daerah Pondok Cabe, Tengerang Selatan.

Di SPBU Pondok Cabe, Pertamina memberikan diskon atau promosi untuk harga penjualan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite. BUMN sektor energi ini menjual Pertalite seharga Premium, yaitu Rp 6.450 per liter.

Hanya saja, dalam kegiatan ini Pertamina membatasi kendaraan yang bisa 'minum' Pertalite dengan harga Rp 6.450per liter atau Pertalite seharga Premium. Promosi ini hanya berlaku bagi kendaraan angkutan umum plat kuning, kendaraan roda dua dan tiga.

"Yang boleh cuma plat kuning aja sama motor. Selain itu nggak bisa. Mobil pribadi juga nggak bisa, kita bakal tolak," jelas Shinta saat ditemui detikcom, Minggu kemarin (22/11/2020).

Shinta menjelaskan apabila ada kendaraan pribadi atau kendaraan lain di luar golongan yang diizinkan, pihaknya akan mengarahkan kendaraan tersebut untuk mengisi Pertamax ataupun Pertalite harga normal.

"Kalau ada mobil pribadi gitu kita arahin ke Pertamax atau Pertalite yang harga biasa," kata Shinta.

Pjs VP Corporate Communication Pertamina Heppy Wulansari menegaskan program Pertalite Rp 6.450 per liter ini hanya bisa dimanfaatkan oleh kendaraan plat kuning, serta kendaraan roda dua dan tiga. Tujuannya, menurut Heppy, untuk memberikan pengalaman menggunakan BBM dengan kualitas yang lebih tinggi.

"Program Langit Biru ditujukan untuk segmen pengguna RON 88 yaitu angkutan umum berplat kuning, taksi juga plat kuning. Kemudian ada juga kendaraan roda dua dan roda tiga," jelas Heppy.

Pertalite Rp 6.450 per liter memberikan kesempatan segmen tersebut untuk merasakan dampaknya pada mesin kendaraannya. Harapannya, masyarakat lebih peduli terhadap lingkungan dan beralih ke bahan bakar ramah lingkungan.

(eds/eds)