Jurus 3C Ahok Gaet Investor

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Kamis, 03 Des 2020 18:30 WIB
Prinsip 3 C Ala Ahok Gaet Investor
Foto: Infografis detikcom/Denny
Jakarta -

Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama (BTP) atau Ahok punya jurus untuk menggaet investor. Jurus tersebut yakni formula 3C yakni cengli, cuan dan cincai.

Ahok memaparkan, cengli maksudnya adalah adil. Kemudian, cuan artinya artinya untung. Maksudnya, dalam kemitraan pihaknya menawarkan keuntungan bagi semua pihak. Selanjutnya, cengli yang artinya dalam kemitraan pihaknya memberikan kemudahan.

"Pertama adalah cengli, fairness. C kedua adalah cuan, profit, kita membutuhkan profit, win-win solution dan ketiga cincai sangat mudah. Kita tidak perlu bicara terlalu banyak," kata Ahok dalam acara 2020 International Convention on Indonesian Upstream Oil and Gas, Rabu (2/12/2020).

Ahok mengatakan, hal tersebut akan diwujudkan melalui digitalisasi. Ahok mengatakan, mulai tahun depan akan melakukan digitalisasi besar-besaran di Pertamina. Dia bilang, digitalisasi itu meliputi dokumen hingga transaksi Pertamina.

Menurut Ahok, langkah tersebut akan meningkat transparansi untuk bisnis di Pertamina.

"Tahun depan kita akan mulai semua dokumen, transaksi akan sistem digital, back office system, digital signature. Jadi kita harap akan lebih transparan untuk semua orang yang akan melakukan bisnis Pertamina, khususnya investor," ujarnya.

Selain itu, Ahok menuturkan, pihaknya tak ingin menggarap proyek sendiri lagi. Ia mengatakan, Pertamina akan terbuka menjalin kemitraan dengan investor. Bahkan, kata dia, pihaknya membuka kerja sama di Blok Rokan pada tahun depan.

"Ini waktunya untuk bergabung dengan kami dalam proyek Rokan tahun depan Agustus 2021," kata Ahok.

Ahok menuturkan, untuk proyek energi terbarukan seperti panas bumi misalnya, pihaknya bersedia hanya menggenggam porsi kepemilikan hanya 25%.

"Dan bicara renewable energy lain seperti geothermal, Pertamina oke cuma share 25%, kita mau share 75%, itu yang mau kita lakukan ke depannya. Kita butuh kemitraan. Kita perlu bahu membahu bekerja sama. Dalam situasi ini dan apa yang kami percayai pasar Indonesia yang besar juga peluang besar, dan kami ingin meyakinkan investor kami," terangnya.

Ahok yakin, dengan kerja sama itu Indonesia bisa mengejar target produksi minyak 1 juta barel per hari. Bahkan, Ahok bilang, Pertamina terbuka untuk bermitra dalam mengakuisisi blok migas di manapun.

"Tetapi Pertamina akan melakukannya dalam sistem kemitraan. Tetapi Pertamina tidak mau melakukannya, bahkan di luar negeri dalam negeri, sendiri lagi," terangnya

(acd/dna)