China Berhasil Nyalakan 'Matahari Buatan'

Fadhly Fauzi Rachman - detikFinance
Sabtu, 05 Des 2020 11:24 WIB
Matahari Buatan China
Foto: Dok. AFP
Jakarta -

China telah berhasil menyalakan reaktor fusi nuklir 'matahari buatan' untuk pertama kalinya pada Jumat kemarin. Energi 'matahari buatan' ini disebut punya suhu 10 kali lebih panas dari inti matahari.

Terletak di barat daya provinsi Sichuan dan selesai akhir tahun lalu, reaktor ini sering disebut matahari buatan karena panas dan tenaga yang dihasilkannya sangat besar.

Berdasarkan laporan China National Nuclear Corporation (CNNC), reaktor yang dinamakan HL-2M Tokamak ini mampu beroperasi pada suhu 150 juta derajat celcius. Sementara inti matahari hanya mencapai suhu 15 juta derajat celcius.

Kepala insinyur dari Institut Sains Fusion CNNC di Institut Fisika Barat Daya, Yang Qingwei, mengatakan bahwa HL-2M dapat mencapai waktu pengurungan plasma magnetik hingga 10 detik.

"HL-2M adalah matahari buatan terbesar di China dengan parameter terbaik," kata Xu Min, direktur institut tersebut dikutip dari South China Morning Post, Sabtu (5/12/2020).

China bertujuan untuk mengembangkan teknologi fusi karena berencana untuk membangun reaktor eksperimental paling cepat tahun depan, membangun prototipe industri pada tahun 2035 dan mulai digunakan secara komersial skala besar pada tahun 2050.

Ilmuwan China berencana menggunakan reaktor tersebut untuk bekerja sama dengan para ilmuwan yang mengerjakan Reaktor Eksperimental Termonuklir Internasional (ITER), sebuah proyek penelitian fusi nuklir terbesar di dunia yang berbasis di Prancis, yang diharapkan selesai pada tahun 2025.

Tetapi mencapai fusi sangatlah sulit dan sangat mahal, dengan total biaya ITER diperkirakan mencapai $ 22,5 miliar. ITER yang sedang dibangun di Prancis ini, juga dirancang untuk beroperasi pada suhu 150 juta derajat celcius.

(fdl/fdl)