Turki-Yunani Ribut soal Ladang Gas, Uni Eropa Turun Tangan

Vadhia Lidyana - detikFinance
Senin, 07 Des 2020 22:15 WIB
Ilustrasi sektor migas
Foto: Ilustrasi Migas (Fauzan Kamil/Infografis detikcom)
Jakarta -

Turki dan Yunani tengah berseteru karena persoalan eksplorasi sumber gas di perairan Mediterania. Perseteruan itu berawal ketika Turki melakukan eksplorasi sumber gas di Laut Tengah, kemudian Yunani menentangnya. Uni Eropa (UE) pun turun tangan menangani konflik ini.

Saat ini, UE tengah mempertimbangkan sanksi untuk Turki. Para petinggi negara-negara yang tergabung dalam UE akan menggelar pertemuan pada 10-11 Desember, dan akan membahas apakah Turki tetap dijatuhi sanksi atau bebas.

Dilansir dari Reuters, Senin (7/12/2020) perseteruan berawal pada Agustus 2020 lalu, ketika Turki mengirim kapal untuk eksplorasi Laut Tengah demi menemukan sumber energi di perairan yang diklaim juga oleh Yunani.

Menteri Luar Negeri Yunani Nikos Dendias mengatakan semua negara UE menilai Turki tidak berupaya sedikitpun meredakan konflik dengan melanjutkan eksplorasi tersebut.

"Sudah jelas bahwa harus ada tindakan bagi Turki yang melanjutkan perilaku nakal. Itulah yang akan dibahas pada pertemuan para pemimpin Dewan UE," kata Dendias.

Jerman selaku pemegang kendali UE selama 6 bulan ini berharap untuk bisa menengahi kedua negara tersebut. Namun, Jerman tersulut amarah ketika Turki melanjutkan eksplorasinya di lepas pantai Republik Siprus pada Oktober lalu.

"Ada terlalu banyak provokasi, dan ketegangan antara Turki, Siprus dan Yunani telah mencegah pembicaraan langsung," kata Menteri Luar Negeri Jerman Heiko Maas.

Langsung klik halaman berikutnya

Selanjutnya
Halaman
1 2