Jelang Nataru, Kepala BPH Migas Pantau Ketersediaan BBM di Jateng

Erika Dyah Fitriani - detikFinance
Rabu, 23 Des 2020 18:24 WIB
BPH Migas
Foto: dok bph migas
Jakarta -

Kepala BPH Migas M. Fanshurullah Asa memantau ketersediaan BBM untuk mengantisipasi tingginya mobilitas masyarakat saat libur Hari Raya Natal dan Tahun Baru. Selaku koordinator dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, lanjutnya, BPH Migas bertanggung jawab melakukan monitor ini.

"Tahun-tahun sebelumnya kami merupakan koordinator Posko Satgas Natal dan Tahun Baru untuk penyediaan energi dari berbagai sektor seperti gas, listrik dan geologi, namun untuk tahun ini fokus kami adalah ke penyediaan BBM," ujar pria yang akrab disapa Ifan dalam keterangan tertulis, Rabu (23/12/2020).

Hal itu ia sampaikan saat melakukan kunjungan kerja ke Pertamina Regional Jawa Bagian Tengah pada Senin (20/12). Dalam kesempatan itu, ia menilai Jawa Tengah merupakan salah satu wilayah yang menjadi pusat perhatian sebagai lintas penghubung daerah barat hingga timur di Pulau Jawa.

Kepada Pertamina, Ifan memberi arahan terkait protokol kesehatan yang harus diterapkan seluruh fasilitas Pertamina pada libur Natal dan Tahun Baru. "Masyarakat harus terus diimbau dan diingatkan untuk menerapkan protokol kesehatan COVID-19," tambahnya.

Dibahas juga pencatatan penyaluran Jenis BBM Tertentu (JBT) produk Solar dan Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP) produk Premium yang terintegrasi dengan digitalisasi (IT Nozzle).

"Untuk pencatatan produk JBT Solar ada peningkatan, namun untuk produk JBKP Premium harus ditingkatkan lagi karena belum setinggi pencatatan JBT," imbuh Ifan.

Saat ini pencapaian Pertamina Regional Jawa Bagian Tengah adalah kedua tertinggi, dengan progres 93% setelah MOR III 95%. Produk Solar pencatatannya mencapai 86%, tertinggi dibandingkan rata-rata nasional 70%. Sedangkan Premium 33% tertinggi nasional, dengan rata-rata nasional 10%.

Meski begitu, Ifan berpesan agar Pertamina Regional Jawa Bagian Tengah dapat berkomitmen menuntaskan progres pelaksanaan IT Nozzle dan meningkatkan pencapaian yang telah diraih. Sembari juga memastikan keamanan ketersediaan BBM untuk Natal dan Tahun Baru.

Koordinator Sub Direktorat Pengawasan BBM BPH Migas, Idham Baridwan turut hadir dalam kunjungan kerja ini. Ia berpesan agar pelaksanaan Program Langit Biru yang memberlakukan harga khusus Pertalite seharga Premium di beberapa daerah untuk tidak mempengaruhi ketersediaan stok Premium saat Nataru.

"Selain itu pencatatan administrasinya juga harus baik mengingat perbedaan kategori kedua bahan bakar ini," tutur Idham.

Menanggapi hal tersebut, Executive General Manager Pertamina Regional Jawa Bagian Tengah, Sylvia Grace Yuvenna telah membentuk Satuan Tugas Natal dan Tahun Baru (Satgas Nataru) untuk mengantisipasi lonjakan konsumsi BBM dan LPG sejak 7 Desember 2020 hingga 10 Januari 2021.

"Seminggu terakhir tercatat adanya peningkatan konsumsi BBM di SPBU tol Trans Jawa hingga 50% dari kondisi normal. Pelaksanaan Satgas ini juga menjadi perhatian Pertamina, yang ditandai dengan kunjungan Direktur Pemasaran Regional PT Pertamina Patra Niaga, bapak Jumali yang sudah meninjau langsung pelaksanaan Satgas Nataru pada minggu lalu," ungkap Sylvia.

Sylvia pun menanggapi arahan dari BPH Migas terkait progres pelaksanaan IT Nozzle di tempatnya.

"Saat ini kami terus melakukan komunikasi dan koordinasi terkait pengembangan sistem agar data penyalurannya semakin akurat, mengingat ada beberapa hal yang masih menjadi kendala seperti pencatatan multidispenser, dan lainnya," tambahnya.

Sementara itu, Aji Anom Purwasakti, Region Manager Retail Sales Pertamina Jawa Bagian Tengah memaparkan prediksi peningkatan konsumsi BBM di masa Nataru. Menurutnya, secara rata-rata untuk produk gasoline, diperkirakan terjadi peningkatan 8% dari kondisi normal.

"Di mana Premium turun 2%, Pertalite dan Pertamax naik 3%, sementara untuk Pertamax Turbo naik 26%. Untuk jenis gasoil diperkirakan turun 10%, yaitu Solar turun 12%, namun Dexlite dan Pertamina Dex naik masing-masing 20% dan 34%. Sementara untuk LPG akan ada peningkatan 10%, dan Avtur 10%," kata Aji.

"Kami juga menyediakan layanan pengisian BBM di rest area tol Trans Jawa yang belum memiliki SPBU regular melalui penyediaan 8 SPBU modular dan Pertashop. Sebagai antisipasi kondisi darurat, kami juga menyediakan layanan motoris dan juga mobil siaga untuk melayani konsumen yang kehabisan BBM di jalan tol, yang menghubungi Pertamina Call Center 135," tutupnya.

(akn/hns)