Perusahaan China Dikabarkan Pasok Litihium buat Tesla

Anisa Indraini - detikFinance
Selasa, 29 Des 2020 22:10 WIB
CEO Tesla Elon Musk melanggar aturan lockdown dengan membuka kembali pabrik Tesla di Fremont, California, AS. Area parkir pabrik Tesla yang penuh dengan mobil baru.
Foto: AP Photo/Ben Margot
Jakarta -

Sichuan Yahua Industrial Group Co Ltd asal China telah menandatangani kesepakatan dengan produsen kendaraan listrik Amerika Serikat (AS) Tesla Inc. Sichuan berkomitmen memasok lithium hidroksida tingkat baterai ke Tesla selama lima tahun ke depan.

Hal itu berdasarkan informasi dari pihak perusahaan. Sedangkan Tesla belum menanggapi kabar tersebut.

Dilansir dari Reuters, Selasa (29/12/2020), Yahua tidak membeberkan berapa angka dari kerja sama tersebut. Namun dalam pengajuan ke Bursa Efek Shenzhen, disebutkan nilai total kontrak US$ 630-880 juta atau setara Rp 8,88-12,4 triliun (kurs Rp 14.100/US$) selama 2021-2025.

Tesla, yang mulai mengirimkan kendaraan pertama dari gigafactory di Shanghai pada bulan Desember tahun lalu, sudah mendapatkan lithium sebagai bahan utama dalam baterai EV dari Ganfeng Lithium China, salah satu produsen komoditas terbesar di dunia.

Pada bulan Mei 2020 ini, Yahua mengoperasikan pabrik lithium hidroksida 20.000 ton per tahun, lebih dari dua kali lipat kapasitas sebelumnya. Hal itu terjadi bahkan ketika harga berada di posisi terendah dalam beberapa tahun di tengah kelebihan pasokan dan permintaan lithium yang diakibatkan oleh pandemi virus Corona.

(hns/hns)