Pasokan Batu Bara Seret, Sejumlah Kota di China Gelap Gulita

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Kamis, 07 Jan 2021 22:52 WIB
Ilustrasi bendera China/ebcitizen.com
Foto: Internet/ebcitizen.com
Jakarta -

Sejumlah kota di China dikabarkan gelap gulita karena pemerintah setempat membatasi penggunaan listrik. Pembatasan terjadi karena kekurangan pasokan batu bara.

Mengutip CNBC disebutkan harga batu bara sedang melonjak akibat krisis yang terjadi beberapa waktu terakhir, termasuk memanasnya hubungan perdagangan antara China dan Australia.

Analis menyebutkan kekurangan pasokan batu bara ini juga terjadi karena ketegangan tersebut. Memang hubungan kedua negara memburuk sejak tahun lalu setelah Australia mendukung penyelidikan internasional terhadap penanganan pandemi Corona di China.

Batu bara merupakan salah satu dari daftar barang Australia yang dibatasi masuk ke China. Tahun lalu, China menginformasikan pembangkit listrik di sana membatasi impor batu bara dari negara lain.

Pemerintah China meminta perusahaan milik negara dan pabrik baja berhenti mengimpor batu bara dari Australia. Negeri Tirai Bambu tersebut merupakan konsumen batubara terbesar di dunia, sedangkan Australia merupakan negara pengimpor batubara terbesar di China.

Batubara adalah sumber energi yang sangat diandalkan oleh China. Bahkan saat China merencanakan energi terbarukan. Harga batubara di China telah melonjak karena kekurangan pasokan di negara tersebut.

Lembaga riset Wood Mackenzie mengungkapkan pasar batu bara di China sedang mengalami kekacauan. Laporan itu juga menyebut Provinsi Hunan dan Zhejiang juga mendapatkan penjatahan listrik.

(kil/hns)