DEN Ungkap Kunci RI Keluar dari Jeratan Impor BBM

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Jumat, 08 Jan 2021 11:19 WIB
Pembangunan Residual Fluid Catalytic Cracker (RFCC) yang berada di area Kilang Cilacap sudah rampung. Kilang yang memproduksi gasoline RON 92 atau Pertamax itu akan diresmikan oleh Presiden Joko Widodo dalam waktu dekat. Rencananya akan diresmikan pada awal Oktober. RFCC Cilacap akan memproduksi gasoline RON 92 sehingga kurangi impor. Hasan Alhabshy/detikcom.
Ilustrasi/Foto: Hasan Al Habshy
Jakarta -

Dewan Energi Nasional (DEN) mengungkap upaya yang mesti dilakukan agar Indonesia keluar dari jeratan impor BBM. Kondisi saat ini, pemenuhan energi dalam negeri sebagian masih dipenuhi oleh impor.

Anggota DEN yang baru dilantik, Daryatmo Mardiyanto menjelaskan tingkat penurunan produksi minyak dan gas bumi cukup besar saat ini.

"Declining rate dari sumber daya alam, BBM dan migas cukup besar. Itulah yang kemudian harus diatasi dengan mengejar hal tersebut pada satu sisi, kemudian yang lainnya melengkapkan kekurangan hampir separuh atau 50% dari kebutuhan minyak dan gas itu, atau kebutuhan energi nasional, inilah realitanya," paparnya, Jumat (8/1/2021).

Terkait kondisi tersebut, dia mengatakan, ada dua yang mesti ditempuh. Pertama, mempertahankan atau meningkatkan kapasitas cadangan migas.

"Harus dua dilakukan, mempertahankan, kalau bisa meningkatkan kemampuan kapasitas cadangan dan sebagainya untuk minyak dan gas bumi," ujarnya.

Langkah kedua adalah mendorong sumber energi lain seperti energi baru terbarukan (EBT), sehingga Indonesia tidak tergantung pada energi tertentu.

"Pada sisi lainnya mendorong, dipertajam mendorong EBT dan energi-energi lainnya agar tidak tersentralisir pada wilayah-wilayah tertentu di Indonesia seperti ini. Itulah yang menjadi jalan kita untuk menuju kemandirian energi," katanya.

(acd/ara)