Operasi Pasar, Pertamina Pastikan Stok LPG 3 Kg di Tasikmalaya Aman

Faidah Umu Sofuroh - detikFinance
Minggu, 10 Jan 2021 16:50 WIB
Pertamina salurkan LPG 3 kg
Pertamina salurkan LPG 3 kg (Foto: Pertamina)
Jakarta -

PT Pertamina (Persero) melalui Marketing Operation Region (MOR) III Jawa Bagian Barat memastikan stok dan penyaluran LPG 3 kg melalui agen dan pangkalan tetap berjalan lancar. Stok LPG 3 kg tersebut ditujukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah Kabupaten Tasikmalaya.

Penyaluran dilakukan melalui 33 agen serta 776 pangkalan resmi Pertamina di wilayah Kabupaten Tasikmalaya. Unit Manager Communication, Relations & CSR MOR III Eko Kristiawan mengatakan untuk Januari 2021 ini Pertamina menyalurkan LPG di wilayah Kabupaten Tasikmalaya sebanyak total 841.200 tabung.

"Pertamina akan menambah alokasi pasokan apabila diperlukan. Kami terus melakukan pemantauan sesuai dengan kebutuhan masyarakat Kabupaten Tasikmalaya," ujarnya dalam keterangan tertulis, Minggu (10/1/2020).

Eko menambahkan harga LPG 3 kg di pangkalan wilayah Kabupaten Tasikmalaya juga dipantau sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah, yakni Rp 16.000 per tabung.

"Untuk mendapatkan harga sesuai dengan Surat Keputusan Bupati, masyarakat diimbau untuk membeli LPG 3 kg di pangkalan resmi Pertamina. Selain harga yang sesuai, masyarakat bisa mendapatkan LPG yang terjamin kualitasnya," jelasnya.

Berbagai upaya terus dilakukan Pertamina untuk memastikan stok dan penyaluran LPG 3 kg di wilayah Kabupaten Tasikmalaya dan sekitarnya tetap aman. Di antaranya pelaksanaan Operasi Pasar di wilayah Kecamatan Manonjaya pada hari ini sebagai tambahan suplai untuk wilayah tersebut, serta bersama dengan pemerintah daerah terus berkoordinasi untuk melakukan pemantauan stok dan penyaluran LPG 3 kg di lapangan.

Sesuai dengan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 104 Tahun 2007 tentang Penyediaan, Pendistribusian, dan Penetapan Harga Liquefied Petroleum Gas Tabung 3 Kilogram, LPG 3 kg bersubsidi diperuntukkan hanya bagi masyarakat kurang mampu dan usaha mikro.

Usaha mikro adalah usaha dengan aset maksimal Rp 50 juta dan omzet maksimal Rp 300 juta per tahun. Sedangkan untuk usaha kecil, menengah, dan atas, serta masyarakat yang tergolong mampu diharapkan menggunakan LPG Non Subsidi Bright Gas 5,5 kg dan 12 kg agar pendistribusian LPG subsidi lebih tepat sasaran.

Pertamina juga mengingatkan kepada para agen LPG untuk memastikan ketersediaan stok tabung LPG 3 kg di pangkalan, mengutamakan penjualan pangkalan kepada konsumen rumah Tangga Pra Sejahtera, dan usaha mikro yang menjual LPG 3 kg sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET).

"Pertamina akan melakukan pembinaan jika terdapat lembaga penyalur atau apapun pangkalan yang melakukan pelanggaran," tutup Eko.

Untuk informasi seputar produk dan layanan Pertamina, masyarakat dapat menghubungi Call Center 135.

(fhs/hns)