PGN Siap Kebut Masterplan Infrastruktur Gas Bumi di 2021-2023

Jihaan Khoirunnisaa - detikFinance
Senin, 11 Jan 2021 12:45 WIB
PGN
Foto: PGN
Jakarta -

PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) siap kebut rencana proyeksi strategis untuk mengelola infrastruktur dan komersialisasi gas bumi dalam jangka menengah di tahun 2021-2023. Hal itu dilakukannya untuk mendukung percepatan penyelesaian masterplan infrastruktur gas di Indonesia.

SVP Corporate Communication and Investor Relation PT Pertamina (Persero) Agus Suprijanto mengatakan proyek pipanisasi dalam proyeksi jangka menengah tersebut menjadi kunci penting dalam optimalisasi utilisasi gas bumi nasional. Pihaknya menargetkan proyek tersebut selesai pada tahun 2021-2023.

"Proyek pipanisasi gas bumi ini meliputi pipa minyak Rokan, pipa transmisi di Sumatera Bagian Utara dan Tengah, pipa integrasi South Sumatera West Java (SSWJ) - West Java Area (WJA), pipa pemanfaatan gas untuk petrochemical, pipa transmisi di Kalimantan, pipa transmisi di Jawa Tengah dan distribusi Kendal - Semarang - Demak, serta pipa untuk pelanggan industri, komersial dan rumah tangga (jargas)," ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (11/1/2021)

Agus mengatakan PGN juga akan menyediakan gas bagi pemenuhan seluruh Kilang Pertamina. Adapun salah satu target di tahun 2021 ini, yaitu penyelesaian program gasifikasi kilang di Balongan. Pproyek gasifikasi Kilang Balongan eksisting saat ini telah dipenuhi melalui penyaluran gas dari PT Pertamina EP dan PT Pertamina Hulu Energi lewat pipa PT Pertamina Gas.

Guna mempertahankan pemenuhan kebutuhan gas di Kilang Balongan, lanjut Agustin, pihaknya akan terus mendukung pemenuhan kebutuhan untuk jangka panjang, sebagaimana direncanakan dalam RJPP PGN melalui pembangunan interkoneksi pipa SSWJ dan WJA yang akan diselesaikan pada semester I 2021.

"Sedangkan pembangunan infrastruktur gas untuk memenuhi kebutuhan Kilang Balikpapan dalam jangka panjang melalui pipa gas Senipah - Balikpapan dan gasifikasi Kilang Cilacap akan dilakukan dengan memanfaatkan portofolio PGN dalam mengelola LNG. Pada proyek ini, PGN sedang menyiapkan pembangunan LNG Receiving Terminal Cilacap yang ditargetkan beroperasi pada Semester II 2022," tutur Agus.

Lebih lanjut menyambung portofolio LNG, Agus mengatakan bahwa saat ini PGN juga tengah menjalankan program penugasan pemerintah, yaitu penyediaan infrastruktur dan gas bumi untuk 52 titik pembangkit listrik PLN.

Ia menargetkan proyek penugasan ini dapat selesai pada tahun 2022, sebagai implementasi dari Kepmen ESDM 13/ 2020. Proyek ini bertujuan untuk menyediakan energi listrik yang efisien dan menjadikan peluang bagi PGN untuk mengembangkan infrastruktur gas bumi di wilayah Indonesia Bagian Tengah dan Timur melalui LNG.

"Lalu tak kalah pentingnya pembangunan proyek Pipa Transmisi Minyak Rokan, yaitu untuk mendukung program Pemerintah dalam meningkatkan produksi minyak dari Blok Rokan di 2021 dengan efisiensi pembiayaan pelaksanaan Proyek Strategis Nasional (PSN). Mengingat Blok Rokan merupakan backbone produksi minyak bumi nasional, sekaligus salah satu blok minyak terbesar di Indonesia," paparnya.

Sebagai Subholding Gas Pertamina serta pengelola 96% infrastruktur nasional dan 92% niaga gas bumi, Agus menyatakan PGN siap mencapai target jangka menengah yang akan dilaksanakan dan juga untuk meraih target-target operasi serta menggenjot bisnis gas bumi yang dapat lebih meningkatkan volume dan pemanfaatan gas bumi nasional pada umumnya.

Di sisi lain, menurutnya PGN akan terus mengupayakan yang terbaik dengan melaksanakan integrasi infrastruktur gas untuk ketahanan pasokan, efisiensi dan tingkat layanan yang semakin baik ke seluruh wilayah Indonesia.

Agus berharap dukungan dari seluruh stakeholder dapat membantu PGN dalam memperluas pengembangan infrastruktur dan layanan gas bumi sebagai bagian dari solusi untuk menjaga kondisi perekonomian negara di tengah pandemi, serta memulihkan pertumbuhan ekonomi nasional.

"Pembangunan infrastruktur gas bumi ini penting untuk terus mendukung visi misi pemerintah dalam meningkatkan konsumsi gas domestik. Dengan adanya keandalan infrastruktur dan jaminan ketersediaan gas bumi, maka akan menarik investasi, meningkatkan daya saing khususnya di sektor industri dan mendorong multiplier effect untuk mendongkrak perekonomian nasional pasca pandemi," pungkasnya.

(akd/hns)