Realisasi Investasi Listrik Cuma 59% Jadi Rp 99 T, Ini Biang Keroknya

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Rabu, 13 Jan 2021 17:02 WIB
PLTP Kamojang yang berada di Garut merupakan pembangkit listrik yang mengandalkan tenaga panas bumi. PLTP ini disebut sebagai yang tertua lho di Indonesia.
Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Rida Mulyana/Foto: Ari Saputra
Jakarta -

Realisasi investasi di sektor ketenagalistrikan pada tahun 2020 sebesar US$ 7,04 miliar atau Rp 99,96 triliun (kurs Rp 14.200). Realisasi tersebut hanya sebesar 59% dari target tahun lalu yakni sebesar US$ 11,95 miliar.

Minimnya realisasi di sektor ketenagalistrikan ini karena terpukul dampak pandemi COVID-19.

"Tadi saya sudah sampaikan progres pembangun infrastruktur, dan ini langsung berdampak pada investasi yang kita spend pada 2020, pembangkit mundur, transmisi dan gardu induk juga begitu," kata Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Rida Mulyana dalam teleconference, Rabu (13/1/2021).

Adapun tambahan pembangkit pada tahun 2020 yakni sebesar 2.866,6 MW. Realisasi tersebut sebesar 55% dari target tahun lalu sebesar 5.209,48 MW.

Kemudian, untuk transmisi sebesar 2.648 kms atau 59% dari target sebesar 4.459,6 kms. Lalu, relisasi penambahan gardu induk sebesar 7.870 MVA atau 55% dari target 14.247 MVA.

"Ini semuanya most likely lebih banyak karena COVID pembangunan pembangkit misalkan, karena aktivitas lapangan dibatasi, apalagi keterlibatan tenaga kerja asing maka kemudian terpaksa target COD-nya dimundurkan dan kemudian membuat target 2020 tidak sebagaimana yang kita harapkan atau sebagaimana ditargetkan di awal," paparnya.

"Karena pembangkitnya mundur teknisi dan gardu induk biasanya ikutan, makanya levelnya segitu-gitu juga, mirip-mirip di antara 50-60%," ujarnya.

(acd/ara)