DEN Gandeng Dua BUMN Garap Proyek Listrik Atap

Tim detikcom - detikFinance
Kamis, 21 Jan 2021 16:15 WIB
Indonesia memiliki iradiasi energi matahari rata-rata 4,80 kWh per m2 per hari. Sehingga menjadi pilihan yang baik sebagai alternatif sumber energi.
Foto: Pengadaan PLTS DEN (Istimewa)Pengadaan PLTS DENDirektur Strategi Bisnis dan Portofolio LEN Industri Linus Sijabat, Sekretaris Jendral DEN Djoko Siswanto, Pemimpin Wilayah BRI Jakarta 1 Rudhy Sidharta
Jakarta -

Dua Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk dan PT Len Industri (Persero) menandatangani Nota Kesepahaman dengan Sekretariat Jenderal Dewan Energi Nasional, tentang Pembiayaan dan Pemasangan Sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya Atap.

Sekretariat Jenderal Dewan Energi Nasional (DEN) menyampaikan bahwa sinergi dengan dua BUMN tersebut merupakan bagian dari upaya untuk mendukung target energi baru terbarukan (EBT) pemerintah sebesar 23 persen pada 2025.

"Saya ucapkan terima kasih pada BRI dan PT LEN, sinergi dengan BUMN ini telah membantu kami untuk merealisasikan implementasi energi yang lebih bersih melalui pemasangan solar cell, dukung target EBT (energi baru terbarukan) kita pada 2025 sebesar 23 persen," ujar Sekretaris Jenderal DEN Djoko Siswanto dalam penandatanganan MoU dengan BRI dan LEN di Jakarta, Kamis (21/1/2021).

Adapun Ruang lingkup nota kesepahaman ini meliputi:
a. koordinasi pelaksanaan program kegiatan bersama dalam pembiayaan PLTS Atap;
b. pembiayaan dalam pemasangan Sistem PLTS Atap;
c. pelaksanaan penyediaan Sistem PLTS Atap;
d. pelaksanaan pelatihan pengoperasian dan pemeliharaan Sistem PLTS Atap.

Peralatan utama PLTS Atap adalah modul surya yang memiliki Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) produk sebesar 47,5% dan dapat menghemat tagihan listrik sampai dengan 30%. PT Len Industri menugaskan anak perusahaan PT Len Agra Energi dalam konstruksi PLTS Atap tersebut.

Program ini juga sebagai salah satu upaya implementasi kebijakan di Kementerian BUMN tentang Percepatan Penggunaan PLTS Atap yang tertuang pada Skep No 252 Tahun 2020, serta mendorong pengembangan energi baru terbarukan sebagaimana Sistem pembiayaan dari BRI untuk pemasangan PLTS Atap dalam rangka mendukung program Green Financing untuk mendorong investasi yang ramah lingkungan serta berfokus kepada pembangunan berkelanjutan.

Briguna BRI merupakan solusi untuk masyarakat yang ber payroll melalui Bank BRI, dalam memperoleh PLTS Atap tanpa menambah biaya pembayaran listrik karena proses yang cepat, angsuran dan jangka waktu yang fleksibel tanpa biaya angunan dan tanpa uang muka (down payment) tertuang dalam Peraturan Pemerintah No 79 Tahun 2014 tentang Kebijakan Energi Nasional (KEN), Peraturan Presiden No 22 Tahun 2017 tentang Rencana Umum Energi Nasional (RUEN) dan Grand Strategi Energi Nasional (GSEN).

Ia mengatakan dengan kerja sama itu maka pembiayaan PLTS atap bisa lebih murah dan terjangkau bagi masyarakat.

Direktur Strategi Bisnis dan Portofolio PT Len Industri, Linus Andor Mulana Sijabat mengatakan sejak dua tahun lalu perusahaan sudah membangun Len solar, khusus PLTS atap bagi perumahan.

"Dari segi produk sudah siap yang belum siap pendanaan," ucapnya.

Ia mengharapkan ada skema pembiayaan yang diberikan oleh BRI bisa mendorong percepatan pembangunan PLTS atap di dalam negeri.

Sementara itu, Pemimpin Wilayah Kanwil BRI Jakarta I, Rudhy Sidharta menyampaikan bahwa sebagai lembaga keuangan, BRI hanya mampu memberi dukungan pembiayaan. Ia menambahkan skema pembiayaan yang diberikan untuk PLTS atap memiliki jangka waktu yang dinamis dengan bunga yang rendah.

"Bentuk pembiayaan sangat fleksibel, jangka waktu bisa disesuaikan, bisa sampai 15 tahun, besaran bunganya disesuaikan dengan biaya pemasangan PLTS atap," katanya.

Skema pembiayaan PLTS atap ini diharapkan dapat diperluas sehingga turut mempercepat pembangunan EBT di dalam negeri. "Mungkin dengan instansi lain," ucapnya.



Simak Video "PLTS Rusak, PLN di Miangas Boros Bahan Bakar"
[Gambas:Video 20detik]
(dna/zlf)