Kinerja Operasional Kilang Pertamina Lampaui Target di 2020

Jihaan Khoirunnisaa - detikFinance
Selasa, 02 Feb 2021 16:57 WIB
Kilang Pertamina
Foto: dok. Pertamina
Jakarta -

PT Pertamina (Persero) melalui Subholding Refining & Petrochemical PT Kilang Pertamina Internasional (PT KPI) mengungkapkan realisasi target kinerja operasi arus minyak sepanjang tahun 2020. Adapun target tersebut antara lain penyerapan crude & produk intermediate untuk diolah di kilang Pertamina surplus sebanyak 7,3 persen dari target tahun 2020. Sementara produk kilang yang dihasilkan untuk dikonsumsi naik sebesar 11,5 persen.

Corporate Secretary Subholding Refining & Petrochemical PT KPI, Ifki Sukarya mengatakan, dari total pengolahan crude dan intermediate di kilang, pihaknya mampu menghasilkan produksi pengolahan minyak yang terdiri dari Premium, Pertalite, Pertamax, Pertamax Turbo, Kerosene, Avtur, Solar & Biosolar, Dexlite, Pertadex, Polypropylene, Paraxylene dan Benzene hingga 4 persen di atas target yang dipatok.

"Pencapaian kinerja operasi di arus minyak kilang yang positif menunjukkan komitmen tinggi insan PT KPI untuk meningkatkan pemenuhan kebutuhan energi nasional dengan tetap memperhatikan efisiensi serta protokol kesehatan dan keselamatan kerja dalam pengelolaan kilang," terangnya dalam keterangan tertulis, Selasa (2/1/2021).


Menurut Ifki, pencapaian positif ini didukung dengan pencapaian efisiensi proses dalam rangka mengurangi pemakaian Energy Intensity Index (EII) gabungan untuk seluruh kilang yang dimiliki PT KPI. Pemakaian EII ditargetkan berkurang sebesar 109,56 persen di bawah batas maksimal yang diijinkan, yaitu 111 persen.

Lebih lanjut dikatakan Ifki, aspek keandalan kilang juga meningkat dari indikasi nilai Plant Availability Factor, yang merupakan indikator jaminan ketersediaan hari operasi kilang untuk pencapaian target produksi, dari target 2020 sebesar 99,12 persen menjadi 99,57 persen..

Kinerja operasi positif ini, lanjutnya, merupakan konsolidasi kinerja dari 6 Refinery Unit yang ada di beberapa daerah, yakni Dumai, Plaju, Balongan, Cilacap Balikpapan, dan Kasim serta 1 Petrokimia Plant TPPI yang ada di Tuban, dengan didukung lebih dari 5.300 pekerja kilang yang beroperasi 24 jam setiap hari.

Selain itu, PT KPI juga berupaya dalam mewujudkan ketahanan energi nasional di masa mendatang, dengan melaksanakan upgrading kilang-kilang di Indonesia melalui Refinery Master Development Program (RDMP). Menurut Ifki, proyek tersebut dapat meningkatkan kapasitas kilang, memperbaiki kualitas produk, serta menurunkan harga pokok produksi bahan bakar minyak (BBM) yang akan mendorong peningkatan devisa negara serta penerimaan pajak.

Tidak hanya itu, PT KPI turut memastikan keberlangsungan kilang Pertamina dengan memperhatikan supply dan demand, baik di masa kini maupun masa mendatang, serta harapan para stakeholders demi ketahanan energi. Tentunya dengan tetap memperhatikan keselamatan para pekerja dari jam kerja, luar jam kerja hingga area tempat tinggal pekerja kilang.

"Kilang Pertamina Internasional senantiasa berupaya secara optimal memberikan kinerja yang terbaik serta manfaat lebih bagi bangsa Indonesia dengan melakukan peningkatan kinerja operasional kilang dengan memperhatikan efisiensi dan keselamatan kerja sekaligus melaksanakan proyek strategis nasional di kilang Pertamina untuk pencapaian profit yang optimal dan ketahanan energi nasional," pungkasnya.

Tonton juga Video: Stok BBM dan LPG di Sulawesi Dijamin Aman hingga Akhir Tahun

[Gambas:Video 20detik]



(prf/hns)