3 Manfaat Gas Alam dan Daerah Penghasilnya di Indonesia

Tim detikcom - detikFinance
Selasa, 09 Feb 2021 13:48 WIB
Petugas PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) melakukan pengecekan rutin instalasi di PT Ubin Keramik Kemenangan Jaya Bogor, Jawa Barat. PGN telah mengoperasikan infrastruktur pipa gas bumi sepanjang 7.453 km atau setara 80% pipa gas bumi hilir di seluruh Indonesia.
Foto: dok. PGN/3 Manfaat Gas Alam dan Daerah Penghasilnya di Indonesia
Jakarta -

Gas alam adalah salah satu bahan bakar fosil yang terperangkap dalam lapisan batu kapur di atas reservoir minyak bumi.

Dalam situs Kemendikbud disebutkan, gas alam ditemukan di ladang minyak, ladang gas bumi, dan tambang batubara. Unsur utama penyusun gas alam adalah metana (CH4) yang merupakan molekul hidrokarbon rantai terpendek dan teringan.

Metana sebagai unsur utama penyusun gas alam merupakan gas rumah kaca yang dapat menciptakan pemanasan global ketika terlepas ke atmosfer, dan umumnya dianggap sebagai polutan ketimbang sumber energi yang berguna.

Namun, metana di atmosfer bereaksi dengan ozon, memproduksi karbon dioksida dan air, sehingga efek rumah kaca dari metana yang terlepas ke udara relatif hanya berlangsung sesaat.

Gas alam yang telah diproses dan akan dijual bersifat tidak berasa dan tidak berbau. Namun sebelum gas tersebut didistribusikan ke pengguna akhir, biasanya gas tersebut diberi bau dengan menambahkan thiol. Hal ini agar terdeteksi bila terjadi kebocoran.

Gas alam yang telah diproses sebenarnya tidak beracun. Akan tetapi gas alam tanpa diproses dapat menyebabkan pernafasan tercekik karena dapat mengurangi kandungan oksigen di udara pada level yang dapat membahayakan.

Gas alam dapat berbahaya karena sifatnya yang sangat mudah terbakar dan menimbulkan ledakan.

Gas alam lebih ringan dari udara, sehingga cenderung mudah tersebar di atmosfer. Akan tetapi bila ia berada dalam ruang tertutup, seperti dalam rumah, konsentrasi gas dapat mencapai titik campuran yang mudah meledak jika tersulut api. Selain itu dapat menyebabkan ledakan yang dapat menghancurkan bangunan.

Gas alam mempunyai kelebihan dibanding dengan minyak, yaitu:

1. Merupakan bahan paling mudah terbakar dan bercampur dengan udara secara baik.
2. Dapat terbakar secara bersih dengan sedikit abu
3. Mudah transportasinya.

Sedangkan kekurangan gas alam adalah sulit dalam penyimpanannya terutama dalam jumlah besar.

Pada dasarnya sistem transportasi gas alam meliputi:

(1) transportasi melalui pipa salur

(2) transportasi dalam bentuk Liquefied Natural Gas (LNG) dengan kapal tanker LNG untuk pengangkutan jarak jauh,

(3) transportasi dalam bentuk Compressed Natural Gas (CNG), baik di daratan dengan road tanker maupun dengan kapal tanker CNG di laut, untuk jarak dekat dan menengah (antar pulau).

Saat ini jaringan pipa gas di Indonesia dimiliki oleh Pertamina dan PGN dan masih terlokalisir terpisah-pisah pada daerah-daerah tertentu, misalnya di Sumatera Utara, Sumatera Tengah, Sumatera Selatan, Jawa Barat, Jawa Timur, dan Kalimantan Timur.

Manfaat gas alam cukup banyak. Secara garis besar pemanfaatan gas alam dibagi atas 3 kelompok seperti dilansir situs Kemendikbud:


1. Sebagai Bahan Bakar

Antara lain sebagai bahan bakar Pembangkit Listrik Tenaga Gas/Uap (PLTG/PLTU), bahan bakar industri ringan, menengah dan berat, serta bahan bakar kendaraan bermotor, sebagai gas kota untuk kebutuhan rumah tangga hotel, restoran dan sebagainya.

2. Sebagai bahan baku

Antara lain bahan baku pabrik pupuk, petrokimia, metanol, plastik, cat, photo film, obat-obatan, karbondioksidanya untuk soft drink, dry ice pengawet makanan, hujan buatan, industri besi tuang, pengelasan dan bahan pemadam api ringan.

3. Sebagai komoditas energi untuk ekspor, yakni Liquefied Natural Gas (LNG)

Di Indonesia, pemanfaatan gas alam selama ini sebagian besar untuk energi yang berorientasi ekspor, yaitu diekspor dalam bentuk LNG.

Sedangkan untuk pemakaian di dalam negeri, gas alam lebih banyak digunakan untuk kebutuhan pabrik. Sebagai contoh, pipa gas alam yang membentang dari kawasan Cirebon menuju Cilegon, Banten memasok gas alam antara lain ke pabrik semen, pabrik pupuk, pabrik keramik, pabrik baja dan pembangkit listrik tenaga gas dan uap.

Pemanfaatan gas alam sebagai bahan bakar dan sekaligus sebagai bahan baku industri yang mempunyai nilai tambah yang tinggi ini perlu didorong agar dicapai nilai pemanfaatan yang optimal.

Daerah Penghasil Gas Alam di Indonesia

Daerah-daerah penghasil gas alam di Indonesia antara lain Arun (Aceh), Bontang (Kalimantan), Jawa Barat, Sumatera Utara, dan Sumatera Selatan.

Simak juga video 'Bahan Bakar Gas Alam, Pamekasan':

[Gambas:Video 20detik]



(nwy/pal)