Pertamina Untung Rp 14 T saat Raksasa Migas Rugi, Ini 3 Faktanya

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Selasa, 09 Feb 2021 18:30 WIB
Kantor Pertamina
Foto: Danang Sugianto/detikFinance
Jakarta -

PT Pertamina (Persero) memamerkan kondisi keuangan yang mengalami keuntungan alias laba pada akhir tahun 2020 di depan Komisi VII DPR RI.

Direktur Keuangan Pertamina Emma Sri Martini mengatakan perseroan memperoleh laba US$ 1 miliar alias Rp 14 triliun per Desember 2020.

Emma mengatakan keuntungan ini didapatkan usai pihaknya mengalami kerugian hingga Rp 11 triliun pada paruh pertama tahun 2020.

Berikut 3 fakta menarik soal laba Pertamina.

1. Masih Bisa Bertambah

Meski begitu, laba yang terhitung ini masih berada dalam posisi belum diaudit kantor akuntan publik (KAP) dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Justru dia optimistis laba bertambah usai diaudit.

"Jadi di posisi semester I-2020 kita rugi Rp 11 triliun, alhamdulillah di Desember ini in house closing unaudited posisinya membukukan laba US$ 1 miliar atau sekitar Rp 14 triliun," papar Emma dalam rapat kerja dengan Komisi VII DPR, Selasa (9/2/2021).

"Mudah-mudahan bisa bertambah, karena audit belum selesai dari KAP dan BPK," lanjutnya.

2. Untung di Kala Raksasa Migas Rugi

Dia mengatakan Pertamina sangat bersyukur dengan capaian laba yang didapatkan. Pasalnya, hal itu terjadi di tengah pandemi Corona.

Emma pun langsung membandingkan capaian perusahaannya dengan beberapa perusahaan migas dunia. Dia mengatakan British Petroleum (BP) rugi Rp 80 triliun, dan Exxon membukukan kerugian hingga ratusan triliun rupiah.

"Alhamdulillah bisa laba di tengah pandemi COVID-19. Kalau dilihat, BP bukukan kerugian Rp 80 triliun, Exxon juga ratusan triliun, alhamdulillah kami membukukan positif di akhir 2020," kata Emma.

3. Kata Ahok

Posisi laba Rp 14 triliun yang dicapai Pertamina juga tak ditampik oleh Komisaris Utama Pertamina Basuki Tjahaja Purnama. Sayang, pria yang beken disapa Ahok itu enggan berkomentar banyak terkait kinerja direksi.

"Benar (laba). Soal kinerja bisa tanya ke KBUMN (Kementerian BUMN) selaku pemegang RUPS," katanya kepada detikcom lewat pesan singkat, Jumat (5/2/2021).

(hal/ara)