Tagihan Kompensasi Tarif Listrik Pemerintah Tembus Rp 79 T

Trio Hamdani - detikFinance
Jumat, 19 Feb 2021 08:00 WIB
Tarif listrik 2021
Foto: Tarif listrik 2021 (Tim Infografis Fuad Hasim)
Jakarta -

Sejak 2017, pemerintah tidak menaikkan tarif listrik. Atas hal tersebut pemerintah harus membayar biaya kompensasi dan subsidi kepada PT PLN (Persero). Tahun lalu nilai yang harus dibayar sebesar Rp 79 triliun. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan posisi 2017 sebesar Rp 53,2 triliun.

Namun, dibandingkan 2014 sebenarnya subsidi dan kompensasi yang dikeluarkan pemerintah di 2020 lebih rendah, yang mana pada 2014 nominalnya Rp 99,3 triliun.

"Tarif listrik yang non subsidi ditahan sejak 2017, untuk stabilitas pasar, oleh karena itu kita menggelontorkan dana kompensasi," kata Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu dalam webinar, kemarin Kamis (18/2/2021).

Sejak 2017, disebutkan dalam dokumen yang dipaparkan Febrio, pemerintah telah memulai kebijakan target subsidi listrik dengan memberikan subsidi kepada seluruh pelanggan 450 VA dan kepada pelanggan 900 VA yang miskin dan rentan.

Untuk alasan sosial dan stabilitas pasar, pemerintah menunda penyesuaian tarif sejak 2017 yang mengakibatkan biaya kompensasi.

Pihaknya memastikan subsidi listrik telah ditargetkan dengan baik. Sebab, kelompok rumah tangga miskin dan rentan mendapatkan lebih banyak manfaat, sedangkan kompensasi sebagian besar dinikmati oleh rumah tangga berpenghasilan tinggi.

Kompensasi diterima secara regresif oleh industri skala besar (46,3%), usaha skala besar (14,8%), rumah tangga mampu (36,1%), dan lain-lain (2,9%).

Bagaimana tarif listrik tahun ini? baca selengkapnya di halaman selanjutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2