Banjir di Jakarta & Jabar, PLN Alami Kerugian?

Soraya Novika - detikFinance
Sabtu, 20 Feb 2021 22:15 WIB
Petugas PLN turun lapangan di tengah banjir
Foto: Dok PT PLN (Persero)
Jakarta -

Banjir menerjang sejumlah wilayah DKI Jakarta dan Jawa Barat (Jabar). Sebanyak 1.376 unit gardu distribusi listrik di Jakarta dan Jabar pun ikut terdampak

Berapa kerugian yang dialami PLN?

"Berdasarkan pengalaman kami, hampir dikatakan tidak ada kerusakan peralatan-peralatan yang signifikan dari banjir ini," ujar Direktur Bisnis Regional Jawa, Madura dan Bali PLN, Haryanto WS dalam konferensi pers virtual, Sabtu (20/2/2021).

Menurut Haryanto tiap tahun PLN selalu menyiapkan program peninggian gardu, sehingga mengurangi potensi gardu listrik terendam banjir.

"Alhamdulillah ini masih berjalan meskipun memang masih ada saja kemudian gardu yang terendam," sambungnya.

Dia menegaskan tidak ada kerugian signifikan yang dialami pihaknya akibat banjir. Bahkan, beban yang dikeluarkan PLN menjadi sedikit lebih berkurang karena banjir.

"Sebetulnya dalam konteks ini, PLN juga tidak mengalami kerugian karena beban juga akhirnya turun dan PLN tidak perlu membakar katakanlah bahan bakar," katanya.

"Ini barangkali yang kami alami jadi dalam kejadian banjir selama ini Alhamdulillah kerugian dari sisi PLN tidak signifikan dan ini bisa kita cover semuanya dengan katakanlah anggaran-anggaran ataupun juga dengan tenaga-tenaga yang ada," tegasnya.

Justru, kata Haryanto, masyarakat yang dirugikan gara-gara banjir ini karena listrik harus dipadamkan.

"Nah yang mungkin yang terjadi adalah bahwa dengan pemadaman ini maka PLN tidak bisa menyalurkan listrik kepada pelanggan. Jadi kerugian adalah di masyarakat karena kemudian berhenti aktifitasnya karena banjir ini kemudian juga tidak menjadi produktif untuk menghasilkan sesuatu jasa atau barang yang selama ini dilakukan," terangnya.

Berdasarkan catatan PLN sampai pukul 16.00 WIB Sabtu (20/2/2021) ada sebanyak 231.159 pelanggan yang listriknya masih padam karena banjir. Jumlah itu, terbagi atas 78.303 di Jakarta dari total sekitar 4,7 juta rumah tangga (2,53% terdampak) dan 152.856 lainnya di Jawa Barat dari total 15,2 juta rumah tangga (1,62% terdampak).

Sedangkan, sebanyak 505 gardu distribusi (134 di Jakarta dan 371 di Jawa Barat) dan listrik di sekitar 135.000 rumah tangga (42 ribu di Jakarta dan 93 ribu di Jawa Barat) telah berhasil dinyalakan kembali.

(hns/hns)