Sinergi Telkom & BPH Migas Wujudkan Digitalisasi Sektor Hilir Migas

Erika Dyah Fitriani - detikFinance
Rabu, 03 Mar 2021 23:53 WIB
Telkom
Foto: Dok. Telkom
Jakarta -

Direktur Enterprise & Business Service PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) Edi Witjara dan Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) M. Fanshurullah Asa menandatangani Nota Kesepahamanan tentang Pemanfaatan Potensi Bersama di Bogor. Kerja sama ini dilakukan sebagai wujud dukungan Telkom terhadap digitalisasi di sektor hilir minyak dan gas bumi (Migas).

Tak hanya itu, Telkom turut berupaya menyukseskan program pemerintah dalam mewujudkan BBM Satu Harga, Subsidi BBM Tepat Sasaran, dan Ketahanan Energi.

Direktur Enterprise & Business Service PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) Edi Witjara menyebutkan adanya penandatanganan nota kesepahaman ini merupakan upaya memperkokoh BPH Migas. Terutama dalam melakukan pengawasan dan pengaturan terhadap penyediaan dan distribusi BBM dan Gas Bumi dengan penguatan pemanfaatan data melalui aspek digitalisasi.

Ia menambahkan, dengan hal ini diharapkan ketersediaan dan distribusi BBM yang ditetapkan pemerintah dapat terjamin di seluruh wilayah Indonesia. Sehingga kebijakan dan aturan yang dikeluarkan oleh BPH Migas akan efektif dan antisipatif dalam menghadapi berbagai kondisi. Baik yang ada saat ini maupun di masa mendatang nanti.

Edi pun mengungkapkan ruang lingkup kerja sama ini tidak hanya terbatas pada aspek konektivitas tapi juga platform dan layanan digital yang disepakati kedua belah pihak.

Sebagai informasi, sebelumnya Telkom telah menuntaskan program digitalisasi SPBU di seluruh Indonesia. Digitalisasi SPBU merupakan sistem monitoring distribusi dan transaksi penjualan BBM di setiap SPBU secara real-time untuk peningkatan standar layanan dan operasional. Melalui digitalisasi ini, Pertamina dapat memantau kondisi stok dan penjualan tujuh jenis BBM, transaksi pembayaran di SPBU serta pengelolaan penyaluran BBM bersubsidi.

Di samping itu, seluruh data digitalisasi tersebut dapat diakses secara langsung oleh sejumlah pihak berwenang. Di antaranya Kementerian ESDM, Kementerian BUMN, Kementerian Keuangan, serta BPH Migas. Dengan ini, pihak-pihak tersebut dapat saling mendukung dalam hal pengawasan penyaluran BBM termasuk yang bersubsidi yaitu Bio Solar (B30) dan penugasan yaitu Premium.

Edi menjelaskan Telkom bertransformasi menjadi digital telco company dengan tetap berorientasi kepada pelanggan (customer-oriented). Hal ini sesuai dengan visi Telkom untuk menjadi digital telco pilihan utama untuk memajukan masyarakat.

Oleh karena itu, lanjutnya, Telkom saat ini membagi bisnisnya menjadi 3 yaitu digital business domain yaitu Digital Connectivity, Digital Platform, dan Digital Services. Ia menambahkan, keberadaan bisnis platform digital menjawab tantangan dan hambatan terkait pengelolaan data. Ia pun berharap, layanan big data dapat memberikan solusi data yang komprehensif sehingga bermanfaat dalam akselerasi digitalisasi demi menghadirkan layanan terbaik.

"Terima kasih atas kepercayaan BPH Migas untuk bersinergi dengan Telkom dalam melakukan pengawasan dan pengaturan terhadap penyediaan dan distribusi BBM dan Gas Bumi melalui pemanfaatan teknologi digital," ujar Edi dalam keterangan tertulis, Rabu (3/3/2021).

Edi berharap lewat kolaborasi pemanfaatan potensi bersama antara Telkom dengan BPH Migas terkait layanan teknologi berbasis digital ini, kedua belah pihak dapat saling memberikan manfaat dan nilai tambah sesuai dengan kapabilitas masing-masing, serta dapat meningkatkan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat luas terkait kebutuhan BBM dan Gas Bumi.

"Ke depannya Telkom akan terus hadir memberikan digitalisasi baik bagi BUMN maupun korporasi lainnya di Indonesia, seperti yang dicanangkan pemerintah. Diharapkan langkah ini dapat meningkatkan value BUMN maupun korporasi serta mendukung cashless transaction di lingkungan masyarakat sehingga nantinya mampu memperkuat ekonomi digital Indonesia," tutur Edi.

Sementara itu, Kepala BPH Migas M. Fanshurullah Asa mengungkap digitalisasi saat ini telah dilaksanakan oleh Pertamina di 5.518 SPBU. Ia berharap, ke depannya Telkom dapat mendukung pengelolaan pusat data hilir migas sekaligus operatornya.

(akn/hns)