Masih Dibayangi COVID-19, Apa Kabar Konsumsi Listrik Industri?

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Selasa, 09 Mar 2021 14:12 WIB
Sasis ringan Audi A3 terlihat di line produksi di pabrik Ingolstadt, Audi.
Ilustrasi/Foto: Reuters/Michaela Rehle
Jakarta -

PT PLN (Persero) mencatatkan konsumsi listrik tumbuh 1,24% secara nasional. Meski begitu, capaian tersebut disebut masih rendah, khususnya pada penggunaan listrik industri.

Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN Bob Saril beberapa bencana alam, dari banjir hingga angin ribut membuat adanya penurunan penggunaan listrik di kawasan industri. Apalagi kondisi pandemi masih berdampak pada terhambatnya konsumsi listrik PLN.

"Februari ini konsumsi listrik tumbuh 1,24% secara nasional. Tapi, di Februari ada penurunan yang cukup signifikan, akhir Januari dan Februari ada banjir dan kejadian alam. Beberapa hal itu terjadi di kawasan industri dan bisnis, ini jadi penyebab penurunan juga," ungkap Bob ditemui di kantornya, Jakarta Selatan, Selasa (9/3/2021).

Khusus listrik industri, Bob mengatakan hingga kini konsumsi listrik masih di angka negatif dibanding sebelum pandemi. Namun, dia optimistis industri sudah mulai pulih dan penggunaan listrik akan kembali tumbuh positif di sektor industri, di bulan Februari saja ada kenaikan 7%.

"Industri mulai naik. Meski konsumsinya masih di angka negatif dibanding tahun lalu. Kalau tahun lalu lan minusnya 12%, sekarang ini minusnya hanya 1,2% di bulan Februari. Pertumbuhan 7% terhadap awal pandemi," papar Bob.

"Harapannya di Maret mulai positif, kalau tahun ini kita prediksi tumbuh 3% keseluruhan," katanya.

Optimisme Bob muncul setelah adanya program vaksinasi yang digalakkan pemerintah, hal ini dinilai dapat memicu konsumsi masyarakat. Ujungnya, banyak industri kembali berjalan.

"Keyakinan kita ini terjadi karena confidence-nya mulai ada, dengan penerapan protokol kesehatan dengan sebagian orang mulai divaksin, masyarakat juga mulai nggak takut. Harapan kita bisa 1.000 industri baru bermunculan. Industri yang sudah ada pun kalau bisa produksi lagi biar bisa pakai listrik," ujar Bob.

Bila dilihat perkembangannya, kebanyakan industri skala menengah dengan penggunaan listrik di bawah 5 megawatt mulai beroperasi penuh. Misalnya industri pengolahan alat kesehatan.

"Saat ini tambahan muncul di skala menengah di bawah 5 MW, pengolahan makanan misalnya, industri kesehatan, obat-obatan, hand sanitizer, dan sebagainya. Ini yang kita dorong. Tapi industri baja juga mulai naik," kata Bob.

(hal/ara)