Ahok Ingin Pertamina Punya 12 Ribu Pertashop, BPH Migas Dukung Asal...

Angga Laraspati - detikFinance
Rabu, 10 Mar 2021 16:06 WIB
Kepala BPH Migas Fanshurullah Asa
Kepala BPH Migas Fanshurullah Asa (Foto: BPH Migas)
Jakarta -

Kepala BPH Migas Fanshurullah Asa mengunjungi langsung fabrikasi Pertashop di Kota Bandar Lampung untuk keperluan distribusi BBM nonsubsidi Pertamax di wilayah Sumbagsel. Dalam kunjungannya itu pria yang akrab disapa Ifan tersebut menyampaikan Pertamina memiliki target pembangunan 10 ribu Pertashop selama 2021.

Mengutip keterangan tertulis BPH Migas, dengan adanya target Petamina yang mau membangun di tahun 2021 sebanyak 10 ribu, bahkan Komisaris Utama (Komut) Pak Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) meminta jadi 12.000 ribu, tentu hal ini sangat positif. Terkait rencana tersebut Ifan mengatakan pihaknya mendukung langkah Pertamina untuk memperbanyak mini SPBU tersebut.

"BPH Migas bertanggung jawab mengawasi implementasi Mini SPBU yang dibuat oleh Badan Usaha termasuk Pertamina karena ini amanah UU Migas pasal 8 ayat 2 dan 4, di mana BPH Migas selaku wakil pemerintah yang bertanggung jawab mengatur dan mengawasi ketersediaan dan Distribusi BBM di seluruh NKRI , BBM tersebut adalah BBM Subsidi (JBT, BBM Penugasan (JBKP) juga BBP Non Subsidi," jelas Ifan dalam keterangan tertulis, Rabu (10/3/2021).

Adapun langkah BPH Migas untuk mendukung hal tersebut didasari oleh beberapa hal, di antaranya:

1. Mengurangi konsumsi penggunaan BBM Penugasan (JBKP) Premiun RON 88

2. Membuat masyarakat yang jauh dari SPBU bisa membeli dekat dari rumah dengan harga yang sama dengan SPBU

3. Mengurangi secara alami Pertamini yang ilegal tanpa ijin usaha niaga, dengan harga di atas harga SPBU dan tidak ada standar safety dan teknis kalibrasi dari pemerintah

4. Mengurangi emisi karbon di wilayah tersebut karena yang dijual Pertamax dengan RON 92

5. Menggerakkan UMKM di desa dan kecamatan , karena harga investasi membangun Pertashop hanya berkisar Rp 300'sd 500 juta dengan margin sekitar Rp 850 per liter.

Namun Ifan mewanti-wanti Pertamina, Indomobil Exxon dan badan usaha lainnya yang membangun mini SPBU seperti Pertashop dan microsite, pembangunannya harus dikaji dan disurvei berdasarkan daya jualnya. Sebab kata Ifan, bila penjualan BBM masih berada di bawah 400 liter per hari maka berpotensi besar Pertashop tersebut akan tutup karena tidak untung. Sebab idealnya penjualan BBM mendekati 1000 liter per hari.

Ia juga meminta pembangunan Pertashop harus berjarak minimal 10 km dengan SPBU. Selain itu antar mini SPBU berjarak 5 km. Pihaknya akan meminta membongkar atau memindahkan lokasi mini SPBU yang saling berdekatan maupun tak terlalu jauh dengan SPBU. BPH Migas juga melarang pembangunan Pertashop dan microsite bersebelahan seperti minimarket.

Ifan juga mengingatkan Pertamina tak boleh terlalu optimistis dengan target 12 ribu Pertashop jika tak didukung kemampuan fabrikasi dan pengadaan mobil truk tangki penyuplai BBM. Jika dikalkulasi, target 12 ribu Pertashop dalam setahun maka rata-rata pembangunan Pertashop sebulan sebanyak 1.200 unit.

"Karena waktu tinggal 10 bulan, padahal Pertashop yang ada saat ini baru sekitar 1.000 buah itu juga dibangun sudah sekitar 2,5 tahun, maka perlu sinergi dan kolaborasi dengan semua pihak agar target tersebut dapat tercapai," pungkas Ifan.

Untuk diketahui dalam kunjungan tersebut Ifan dan Tim didampingi oleh Project Manager PT. Glory Bumi Nusantara Rudi Hardiana, SAM Pertamina Lampung-Bengkulu Donny Brilianto, SBM Pertamina Lampung Agung Keshara.

Lihat juga Video: Kepala BPH MIGAS Ajak Masyarakat Optimistis Sambut New Normal

[Gambas:Video 20detik]



(prf/hns)