Lampaui Target, Inalum Produksi 245 Ribu Ton Aluminium di 2020

Jihaan Khoirunnisaa - detikFinance
Senin, 05 Apr 2021 14:41 WIB
Di ujung timur laut Danau Toba, ada markas produsen aluminium terbesar di Indonesia. Tempat itu merupakan asal berbagai produk aluminium yang dimiliki Inalum.
Foto: Eduardo Simorangkir
Jakarta -

Meski pandemi, PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) (Inalum) mencatatkan kinerja positif di tahun 2020. Perseroan mampu memproduksi Aluminium Ingot, Billet dan Foundry Alloy hingga 245 ribu ton atau 101% dari target RKAP-P 2020 yakni sebesar 242 ribu ton.

Direktur Pelaksana Inalum, Oggy Achmad Kosasih mengatakan ketercapaian produksi Aluminium tersebut merupakan hasil dari kinerja pabrik peleburan aluminium disertai penerapan protokol kesehatan yang ketat.

"Dalam pelaksanaan aktivitas produksi, Inalum senantiasa memperhatikan aspek tata kelola operasional yang baik mulai dari proses smelting aluminium, casting hingga menjadi ingot, billet dan foundry alloy, serta memastikan keberlanjutan pembangkit listrik tenaga air," ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (5/4/2021).

"Selain itu, perusahaan menerapkan protokol kesehatan yang ketat baik di area perkantoran maupun di pabrik untuk memastikan produksi tetap terjaga," imbuhnya.

Lebih lanjut Oggy menyebut pencatatan kinerja operasional yang baik ini menjadi wujud kontribusi perusahaan dalam rangka menggerakkan sektor perekonomian nasional.

"Hal ini merupakan wujud peran industri pertambangan tetap menjadi salah satu penggerak ekonomi negara," terangnya.

Oggy menjelaskan, pada tahun 2020 Inalum Operasional sudah mencapai produksi Aluminium yang ke-8 juta ton. Pencapaian ini menjadi refleksi bagi perusahaan untuk terus meningkatkan nilai tambah operasional secara khusus kepada pemangku kepentingan dan lingkungan di sekitar wilayah operasi.

Dia menambahkan, tahun lalu Inalum Operasional juga telah memproduksi Primary Aluminium High Grade dengan standar London Metal Exchange (LME), Primary Aluminium Billet seri 6063, 6061 dan 6005 dengan proses homogenizing yang dapat diaplikasikan untuk konstruksi bangunan, serta Aluminium Foundry Alloy A356.2 untuk aplikasi produksi velg kendaraan bermotor dan komponen otomotif lainnya.

Diungkapkan Oggy, selama 45 tahun pihaknya terus berupaya untuk menjaga kualitas produk mineral strategis, utamanya alumunium. Hal ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

"Sudah sejak tahun 2014 Inalum Operasional menjadi pemasok mayoritas produk aluminium di Indonesia. Saat ini pangsa pasar produk aluminium yang dihasilkan Perusahaan mencapai 81% di Indonesia," pungkasnya.

(prf/hns)