5 Skenario Tarif Listrik Mau Naik, Begini Rinciannya

Tim detikcom - detikFinance
Sabtu, 10 Apr 2021 14:45 WIB
PLN mengerahkan petugas untuk memastikan kesesuaian tagihan rekening listrik penggunanya.
Ilustrasi/Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Kementerian ESDM sudah memiliki beberapa skenario perhitungan kenaikan tarif listrik. Rencana ini juga sudah dipaparkan oleh Dirjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Rida Mulyana di depan anggota Badan Anggaran (Banggar) DPR RI.

Dalam rapat dengar pendapat (RDP), Rida menyebut pemerintah berencana melepas subsidi berupa biaya kompensasi atas tarif penyesuaian atau adjustment listrik yang sudah diberlakukan sejak 2017. Penyesuaian ini dilakukan untuk mengurangi beban APBN.

"Untuk segmen ini disebutnya kompensasi yang setiap tahunnya dibayarkan APBN ke PLN," kata Rida di Banggar seperti yang dikutip, Sabtu (10/4/2021).

Seluruh pelanggan tersebut terbagi dalam 38 kelompok dengan rincian, 25 golongan yang mendapatkan subsidi. lalu 13 golongan lainnya kelompok non subsidi atau tarifnya tidak diubah dan pemerintah memberikan kompensasi tarif ke PLN.

Pada 13 kelompok golongan non subsidi ini jumlahnya ada sekitar 41 juta. Jika pemerintah benar melepas tarif penyesuaian maka ada tambahan biaya listrik yang harus dibayar oleh golongan ini.

Berdasarkan bahan paparan Dirjen Ketenagalistrikan, 13 golongan pelanggan non subsidi ini masih menerapkan tarif untuk periode April-Juni 2021, terdiri dari:

1. Rumah tangga yang terdiri dari 5 golongan mulai dari R.1/900 VA-RTM yang jumlah pelanggannya sebanyak 23.761.673. Tarifnya Rp 1.352,00. R.1/1.300 VA yang jumlah pelanggan sebanyak 11.970.359. Tarifnya Rp 1.444,70. R.1/2.200 VA yang jumlah pelanggannya sebanyak 3.353.001. Tarifnya Rp 1.444,70. R.2/3.500 VA sampai dengan 5.550 VA yang jumlah pelanggannya sebanyak 1.490.296. Tarifnya Rp 1.444,70. R.3/6.600 VA ke atas yang jumlah pelanggannya sebanyak 272.482. Tarifnya Rp 1.444,70.

2.Bisnis besar yang terdiri dari dua golongan yaitu B.2/6.600 VA sampai dengan 200 KVA yang jumlah pelanggannya sebanyak 643.797. Tarifnya Rp 1.444,70. B.3/> 200 KVA yang jumlah pelanggannya sebanyak 8.234. Tarifnya Rp 1.114,74.

3. Industri besar yang terdiri dari 2 golongan, yaitu I.3/>200 KVA yang jumlah pelanggannya sebanyak 14.277. Tarifnya Rp 1.117,74. I.4/30.000 KVA ke atas yang jumlahnya sebanyak 101. Tarifnya Rp 996,74.

4. Pemerintah yang terdiri dari 3 golongan yaitu, P.1/6.600 VA sampai dengan 200 KVA yang jumlah pelanggan sebanyak 53.172. Tarifnya Rp 1.444,70. P.2/>200 KVA yang jumlah pelanggannya sebanyak 1.800. Tarifnya Rp 1.114,74. P.3 yang jumlah pelanggannya sebanyak 296.812. Tarifnya Rp 1.444,70.

5. Layanan khusus yang jumlah pelanggannya sebanyak 869.933. Tarifnya Rp 1.644,52.

Bagaimana skenarionya? Berlanjut ke halaman berikutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2