Kilang Balongan Kebakaran, Ombudsman Sebut Peralatan Pertamina Sudah Tua

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Rabu, 14 Apr 2021 20:45 WIB
Kebakaran terjadi di kilang minyak PT Pertamina RU VI Balongan, Indramayu, Jawa Barat, Senin (29/3) lalu. Yuk lihat lagi Kilang Balongan sebelum dan saat terbakar.
Foto: Pool/Pertamina
Jakarta -

Ombudsman Republik Indonesia mengatakan pemerintah dan PT Pertamina (Persero) harus kembali melakukan peninjauan pada perlengkapan dan teknologi yang digunakan pada kilang. Hal ini perlu dilakukan sebagai evaluasi setelah adanya insiden kebakaran di area Kilang Balongan.

Menurut anggota Ombudsman Hery Susanto pemerintah perlu meninjau ulang teknologi dan peralatan Pertamina yang usianya sudah tua.

"Memang perlu diinvestigasi lebih lanjut pada perlengkapan Pertamina yang usianya tua. Ini urgent untuk diperhatikan bersama, apalagi kejadian ini sudah 3 kali berulang," ungkap Hery dalam konferensi pers virtual, Rabu (14/4/2021).

Dia mengatakan peralatan di kilang Pertamina mesti diremajakan. Dari kejadian kebakaran terakhir di kilang Balongan misalnya, Hery menilai bisa saja kebakaran dipicu karena alat yang sudah tua, dan memiliki kebocoran.

Pasalnya, bau menyengat sempat tercium dari dalam kilang oleh masyarakat sekitar. Akibat kebocoran itu, muncul lah reaksi kimia yang terpercik petir dan membuat tangki terbakar.

"Ini kembali lagi bagaimana pengelolaan alat yang harus diremajakan, dimodifikasi. Jangan merawat barang yang sudah usang dan rentan bocor dan tidak resistance petir dan percikan api," ungkap Hery.

Hery meminta aset-aset Pertamina yang umurnya sudah dan sudah tidak layak pakai harus didata dan tidak lagi digunakan. Hal ini untuk mencegah kebakaran serupa di kilang tidak terjadi.

"Pemerintah perlu me-review juga aset yang tidak layak pakai di Pertamina sebelum kejadian seperti ini berlanjut. Ini penting untuk jadi perhatian pemerintah," ujar Hery.

Kejadian kebakaran di area Kilang Balongan pun bukan cuma sekali terjadi kemarin. Sudah ada dua kejadian lainnya yang pernah terjadi sejak tahun 2007. Kejadian pertama terjadi pada bulan Oktober 2007, kejadian ini hanya mengganggu fasilitas pembuangan limbah.

Kemudian kebakaran juga terjadi pada 4 Januari 2019, kali ini kebakaran berdampak pada fasilitas pemasok gas milik PT Pertamina EP.

Terakhir, kebakaran terjadi belum lama ini. Kebakaran terjadi pada 29 Maret 2021 dini hari. Dalam peristiwa ini ada 4 tangki berisi Pertalite di area kilang Balongan yang terbakar.

"Meski kebakaran insiden ini tidak pengaruhi pasokan BBM. Dari 71 tangki hanya ada 4 yang terbakar," ujar Hery.



Simak Video "Pertamina Sebut Api yang Bakar Tangki Minyak di Balongan Sudah Dilokalisir"
[Gambas:Video 20detik]
(hal/dna)