Pertamina Targetkan Turunkan Gas Rumah Kaca 30% di 2030

Nurcholis Ma - detikFinance
Kamis, 15 Apr 2021 10:02 WIB
Pertamina
Foto: Pertamina
Jakarta -

PT Pertamina (Persero) ingin mengimplementasikan aspek ESG (Environmental, Social, and Governance) di seluruh lini bisnis dan operasinya. Sebab ketiga isu global ini merupakan aspek penting yang mendukung keberlanjutan bisnis perusahaan dalam jangka panjang.

Direktur Keuangan Pertamina sekaligus salah satu Ketua Tim Implementasi ESG, Emma Sri Martini menegaskan implementasi ESG dalam strategi perusahaan akan mendorong meningkatnya daya saing perusahaan baik di dalam negeri maupun di kancah global. Hal itu diungkapkannya dalam momentum penyelenggaraan Hannover Messe 2021.

"Implementasi ESG di seluruh lini bisnis, akan mendorong keseimbangan dan kelestarian alam, berkontribusi untuk penyediaan akses energi dan pemberdayaan masyarakat serta sekaligus melaksanakan tata kelola perusahaan dengan baik. Penerapan ESG juga akan menciptakan nilai jangka panjang yang berkelanjutan serta berdampak positif bagi perusahaan, masyarakat di dalam negeri dan dunia," ujar Emma dalam keterangan tertulis, Kamis (15/4/2021).

Diungkapkannya, dalam aspek lingkungan, Pertamina telah berhasil menurunkan emisi gas rumah kaca sebesar 27,08% di tahun 2020. Ke depannya, Pertamina menargetkan untuk meningkatkan penurunan gas rumah kaca sebesar 30% pada tahun 2030, sesuai dengan komitmen Indonesia untuk menurunkan emisi berdasarkan Paris Agreement. Pertamina juga menargetkan peningkatan kapasitas EBT total menjadi 10,2 Gigawatt pada tahun 2026.

"Kami ingin mencapai target dengan melaksanakan berbagai program seperti peningkatan pemanfaatan gas, pemanfaatan biofuel dan pengembangan energi hijau. Selain itu, pengembangan energi baru dan terbarukan juga akan menjadi salah satu prioritas Pertamina untuk menjawab isu lingkungan dan tren transisi energi pada tahun 2030," imbuh Emma.

Emma menjelaskan Pertamina juga telah menjalankan berbagai inisiatif untuk melestarikan flora dan fauna di seluruh area operasinya, dengan melestarikan dan menjaga 87 jenis hewan endemik dan 52 spesies tanaman langka yang terancam punah.

Menurut Emma, dalam aspek sosial, Pertamina memiliki tugas menjaga ketahanan energi nasional dan menyediakan energi ke seluruh pelosok negeri melalui program unggulannya, seperti BBM Satu Harga dan implementasi One Village One Outlet (OVOO). Program OVOO sekaligus akan mendorong penggunaan BBM ramah lingkungan ke wilayah pedesaan dengan harga terjangkau.

Dalam aspek Governance, kata Emma, Pertamina telah meluncurkan Piagam Pertamina Clean pada bulan Juni 2020 sebagai salah satu implementasi dari ISO 37001:2016 dalam sistem manajemen antisuap. Hal ini sejalan dengan nilai-nilai Pertamina yang tidak mentolerir terhadap suap serta menjunjung tinggi profesionalitas, kepercayaan, dan integritas.

"Dengan dukungan stakeholder, Pertamina akan terus mengimplementasikan ESG untuk mendorong Pertamina tampil sebagai perusahaan migas kelas dunia yang memberikan manfaat sebesar-besarnya untuk rakyat, bangsa dan Negara," pungkas Emma.

(mul/ega)