Peran Kapal Pembangkit dan Strategi PLN Pulihkan Pasokan Listrik NTT

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Senin, 19 Apr 2021 04:30 WIB
Kapal pembangkit 120 MW listrik di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (8/12/2015). Kapal ini merupakan sewa dari Turki dengan masa waktu 5 tahun yang akan dioperasikan di Gorontalo. Agung Pambudhy/detikcom.
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

PT PLN (Persero) terus mengupayakan ketersediaan pasokan listrik tetap prima usai terjangan angin kencang di Kota Kupang pada Minggu (4/4) malam hingga Senin (5/4) lalu.

General manajer PT PLN UIW NTT Agustinus Jatmiko menegaskan, berbagai upaya penyediaan listrik terus dioptimalkan, termasuk memaksimalkan pasokan listrik dari Kapal pembangkit listrik Karadeniz Powership Gokhan Bey asal Turki berkapasitas 125 MW yang ada di Bolok, Kabupaten Kupang, NTT.

"Kan bentuknya pulau-pulau, untuk Pulau Timor kami punya pembangkit itu ada dari PLTU Kupang, ada dari Marine Vessel yang kapal Marine Vessel, ada juga PLTMG mesin gas," tutur dia dihubungi detikcom.

Penggunaan kapal listrik untuk memasok setrum ke kawasan NTT yang berbentuk kepulauan disebut Jatmiko cukup efektif. PLN sendiri, sambung dia, sudah cukup lama bekerja sama dengan Kapal pembangkit listrik Karadeniz Powership, bahkan tak hanya di satu lokasi saja.

"Sudah lama, sudah 4 tahun lah. Ada di Kupang ada, di Amurang Manado ada juga, di Ambon ada juga," beber dia.

Ia melanjutkan, berkat pasokan listrik dari pembangkit-pembangkit listri tersebut, seluruh utilitas yang membutuhkan daya listrik sudah bisa kembali berfungsi. Hanya saja sambung dia, pihaknya masih berjibaku menyambung jaringan kabel listrik yang sempat terputus.

"Pembangkit-pembangkit kami di sini andal. Baik PLTMG kami punya bagus, PLTU bagus, Kapal Turki Marine Vessel juga andal bagus. Kemarin kendala banyak di jaringan," kata dia.

"Jaringan transmisi dan jaringan distribusi itu yang longsor, dan kena roboh kena pohon, kan pohonnya bertumbangan itu yang menjadi kendala saat pemulihan," sambungnya.

Adapun untuk pemulihan jaringan listrik yang terputus, pihaknya akan berupaya mengganti tiang listrik yang roboh dengan tiang baru yang strukturnya lebih kuat. Begitupun untuk bahan yang digunakan untuk kabel listriknya.

"Kalau untuk antisipasi, kemudian mitigasi berdasarkan pengalaman ini kami membangun pemulihannya dengan memperkuat konstruksinya, tadinya tiang besi kami ganti dengan tiang beton sehingga lebih kuat. Kemudian pada saat membangun kabelnya pun kami ganti dengan kabel-kabel yang lebih kuat," jelas Jatmiko.

Ditambahkannya, khusus untuk proses percepatan pemulihan, Direktur Utama PLN memerintahkan tenaga ahli PLN di luar NTT untuk membantu pemulihan sehingga lebih cepat. Adapun relawan yang dimaksud berasal dari PLN Jawa, Sulawesi, Maluku, Papua, NTB.

"Yang parah kemarin di Kota Kupang, Kota Kupang itu waktu kejadian itu hampir total lumpuh, kami perkirakan sekitar 1 bulan untuk pemulihan kelistrikannya. Kemudian saya minta ke bapak direksi di kantor pusat, jadi bapak dirut PLN itu sudah memerintahkan unit-unit PLN di luar NTT dari Jawa, NTB, Sulawesi, Maluku, Papua itu membantu kami sehingga saya punya personil lebih dari 1.000 orang, di tambah dengan TNI Polri sehingga target yang awalnya kami hitung sebulan bisa kami percepat kira-kira estimasinya setengah bulan lebih cepat," tandasnya.

Simak video 'Tanggap Darurat Bencana NTT Berlaku Hingga 5 Mei 2021':

[Gambas:Video 20detik]



(acd/dna)