Pemerintah Klaim Biaya Cas Kendaraan Listrik RI Termurah di Dunia

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Kamis, 22 Apr 2021 11:22 WIB
PT PLN (Persero) luncurkan aplikasi Charge-In. Aplikasi ini membantu pengguna kendaraan listrik mencari SPKLU terdekat hingga monitor pengisian daya.
Ilustrasi/Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Menteri ESDM Arifin Tasrif mengklaim biaya isi Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) atau kendaraan listrik di Indonesia salah satu yang termurah di dunia. Biayanya cuma kalah murah dari China.

"Tarif isi daya listrik KBLBB di Indonesia lebih murah dibandingkan berbagai negara lain di dunia," ungkap Arifin dalam acara peluncuran Grab Langkah Hijau secara virtual, Kamis (22/4/2021).

Dia menjelaskan tarif isi daya listrik di Indonesia sebesar Rp 1.644,5 - 2.466,7 per kWh. Dengan demikian, dia bilang cuma China saja yang tarifnya lebih murah dari Indonesia.

"Sesuai Permen ESDM, tarif isi daya listrik di SPKLU mengacu pada kategori tarif layanan khusus, yaitu Rp 1644,5-2466,7 per kWh. Hanya Tiongkok yang lebih murah," papar Arifin.

Dia menyebutkan dengan tarif pengisian listrik itu, harga bahan bakar kendaraan listrik lebih murah dibanding dengan kendaraan konvensional yang masih menggunakan BBM.

"Dengan tarif semurah itu, bila dibandingkan kendaraan konvensional, KBLBB lebih hemat lebih dari 4 kali," ujar Arifin.

Arifin juga mengatakan pemerintah sudah menyiapkan infrastruktur pengisian daya listrik untuk kendaraan listrik. Dia menyebutkan hingga April 2021 sudah ada 122 unit stasiun pengisian listrik di 83 lokasi.

Rencananya, Arifin menjelaskan di tahun 2025 akan dibangun stasiun pengisian kendaraan listrik umum alias SPKLU sebanyak 3.860 unit dan stasiun penukaran baterai listrik umum atau SPBKLU sebanyak 17 ribu unit.

Di sisi lain, pemerintah juga menargetkan di tahun 2025 ada 39.627 kendaraan listrik atau KBLBB yang bisa digunakan di tengah masyarakat.

"Sesuai roadmap yang disusun, tahun 2025 nanti bisa dibangun 3.860 SPKLU dengan jumlah KBLB sebanyak 39.627 unit. Lalu, untuk SPBKLU sendiri diharapkan ada 17.000 unit 2025," papar Arifin.

Simak juga 'Jawa Barat Kembangkan Energi Alternatif Ramah Lingkungan':

[Gambas:Video 20detik]



(hal/eds)