RI Mau Masuk Era 'Serba Listrik', Pasokan Setrumnya Cukup?

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Minggu, 04 Apr 2021 13:05 WIB
GM Unit Induk Pembangun Sumbangteng PT PLN Hendry Setiyabudi, Direktur PT Bukaka Teknik Utama Tbk Saptiastuti Hapsari, Kepala Departemen Operasi Nana Mulyana, dan Wakadiv I PT Waskita Karya Tbk Idrayana menyaksikan uji kelayakan tower transmisi listrik 500 KV 4 Sirkuit di Bojonegara, Cilegon, Banten, Senin (24/10/2016). Bukaka bersama PLN dan Waskita melakukan uji coba fasilitas tower  yang pertama di Asia Tenggara dalam rangka mendukung percepatan program pembangunan pembangkit listrik 35.000 MW.
Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta -

Pemerintah tengah menggenjot penggunaan kendaraan listrik hingga kompor listrik. Langkah ini ditempuh sebagai upaya bagian untuk memangkas impor BBM dan LPG.

Sejalan dengan itu, penggunaan alat-alat tersebut dipercaya lebih ramah lingkungan sehingga Indonesia bisa berkontribusi dalam perubahan iklim.

Penggunaan kendaraan dan mobil listrik sendiri tergantung oleh pasokan listrik itu sendiri. Tanpa pasokan listrik yang cukup, maka upaya untuk menggenjot kendaraan dan kompor listrik bakal sulit tercapai.

Lalu, seberapa besar pasokan listrik RI?

Dikutip dari data Kementerian ESDM, Minggu (4/4/2021), kapasitas terpasang pembangkit hingga kuartal III 2020 tercatat 71.193 mega watt (MW) atau 71,19 giga watt (GW). Progres proyek kelistrikan 35.000 MW tercatat 35,55% di kuartal III.

Rasio elektrifikasi sampai kuartal IV 2020 tercatat 99,20%. Kemudian, konsumsi listriknya 1.089 kWh per kapita.

Pada konferensi pers, 13 Januari 2021 lalu, Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Rida Mulyana mengatakan, realisasi cadangan daya pembangkit atau reserve margin tahun 2020 tercatat 30,1%. Angka tersebut di atas target yakni 25%.

Dia bilang, reserve margin meningkat karena permintaan listrik mengalami penurunan karena pandemi. Sementara, pembangkit terus operasi sesuai kontrak.

"Angka lebih besar dari target untuk hal ini tidak menggembirakan karena itu menjadi cost PLN," katanya.

Sementara itu, Executive Vice President of Engineering and Technology PLN Zainal Arifin mengatakan, Indonesia saat ini memiliki kapasitas listrik sekitar 67 giga watt. Cadangan listrik pun cukup besar mencapai 21 GW.

"Total kapasitas yang ada sekitar 63 GW, dan reserve margin 21-22 GW," katanya dalam webinar ITS Indonesia, Kamis (1/4/2021).

Dia mengatakan, jika dalam waktu dekat ada 1 juta mobil listrik di Indonesia, pihaknya akan melakukan perhitungan kebutuhan listrik. Dia bilang, dengan 1 juta mobil listrik, maka permintaan listriknya sekitar 2,5 hingga 3 GW.

Dengan kondisi tersebut, dia mengatakan, pasokan listrik tidak masalah. Sebab, pasokan listrik saat ini lebih dari cukup.

"Saya bisa bilang jangan khawatir soal suplai listrik, karena kita punya lebih dari cukup untuk itu," katanya.

(acd/zlf)