Ditelepon Gubernur Edy Soal Harga BBM Naik, Ini Respons Ahok

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Kamis, 06 Mei 2021 11:42 WIB
Ahok
Foto: 20Detik

Edy sendiri, sebelumnya juga sempat memastikan harga BBM naik bukan karena Pergub soal kenaikan PBBKB. Sayangnya Edy tak menjelaskan detil apa yang diungkapkan Ahok soal pemicu naiknya harga BBM di Sumut saat melakukan panggilan telepon.

"Nggak itu, Bang," kata Edy menirukan ucapan Ahok.

Edy mengungkapkan alasan mengeluarkan Pergub tentang kenaikan PBBKB karena kondisi ekonomi Sumut. Menurutnya kenaikan pajak BBM dilakukan untuk menghindari deflasi karena minimnya daya beli dan pertumbuhan ekonomi di Sumut.

"Saudara-saudara saya, 2020 bulan Maret tanggal 10 pertumbuhan ekonomi kita masih 5,22%. Pada saat itu, provinsi lain sudah menaikkan PBBKB-nya. Tinggal Sumatera dan Aceh yang belum. Saya tak mau naikkan, itu merupakan cadangan devisa saya selaku gubernur," terang Edy.

"Begitu yang 5,22%, tanggal yang sama tahun 2021, dia minus 1,71%. Dari mana uang kita cari untuk menutupi ini? Deflasi kita. Saya naikkan 2,5%," tambahnya.

Sementara itu, dalam pengumuman kenaikan harga BBM di Sumut, Pertamina juga sudah lebih dulu menyebutkan harga BBM non subsidi, mulai dari Pertalite hingga Pertamax, naik di Sumut karena sesuai Pergubsu No 1 tahun 2021.

Peraturan Gubernur Sumatera Utara Nomor 01 Tahun 2021 sendiri mengatur tentang Petunjuk Pelaksanaan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB), terdapat perubahan tarif PBBKB khusus bahan bakar non subsidi dari sebelumnya 5% disesuaikan menjadi 7,5% di wilayah Sumatera Utara.

"Mengacu pada perubahan tarif PBBKB yang ditetapkan oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, sesuai dengan surat edaran Seketaris Daerah Provinsi Sumut, per tanggal 01 April 2021, Pertamina melakukan penyesuaian harga khusus untuk BBM non subsidi di seluruh wilayah Sumut," kata Unit Manager Communication, Relations, & CSR Regional Sumbagut Taufikurachman dalam keterangan tertulisnya, Kamis (1/3/2021).

Adapun perubahannya adalah harga Pertalite dari Rp 7.650 menjadi Rp 7.850, Pertamax dari Rp 9.000 menjadi Rp 9.200, Pertamax Turbo dari Rp 9.850 menjadi Rp10.050, Pertamina Dex dari Rp10.200menjadi Rp10.450, Dexlite Rp 9.500 menjadi Rp 9.700, serta Solar Non PSO dari Rp 9.400 menjadi Rp 9.600.


(hal/eds)