Pertamina Tambah Pasokan LPG 3 Kg di Jabar hingga 2,4 Juta Tabung

Jihaan Khoirunnisaa - detikFinance
Sabtu, 08 Mei 2021 17:39 WIB
Ilustrasi Pasokan LPG
Foto: Dok. Pertamina
Jakarta -

PT Pertamina (Persero) menambah stok LPG subsidi 3 Kg secara bertahap di wilayah Jawa Barat. Unit Manager Communication, Relations & CSR Regional Jawa Bagian Barat Eko Kristiawan mengatakan total pasokan LPG yang ditambah untuk wilayah Bandung Raya dan Priangan Timur yaitu sekitar 23% atau lebih dari 2,4 juta tabung dari rata-rata penyaluran normal sebanyak 11 juta tabung.

Eko menyebut penambahan ini sudah dilakukan secara bertahap sejak awal April 2021 yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Adapun wilayah yang disasar meliputi Bandung Raya seperti Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kota Cimahi, dan Kabupaten Sumedang. Selain itu, tambahan pasokan juga dilakukan di wilayah Priangan Timur, seperti Garut, Kota Tasikmalaya, Kabupaten Tasikmalaya, Ciamis, Banjar, dan Pangandaran.

"Kami memperkirakan adanya peningkatan kebutuhan LPG untuk kegiatan memasak masyarakat jelang hari raya. Untuk itu kami menyalurkan tambahan pasokan. Kebutuhan di lapangan juga akan kami monitor melalui tim Satuan Tugas Ramadhan dan Idul Fitri atau Satgas RAFI yang bertugas," ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (8/5/2021).

Eko meramalkan adanya peningkatan konsumsi LPG menjelang perayaan Idul Fitri, terutama untuk wilayah Bandung Raya dan Priangan Timur. "Prediksi peningkatan konsumsi LPG adalah 5% dari rentang satu pekan sebelum hingga dua pekan sesudah Idul Fitri untuk wilayah Bandung Raya dan Priangan Timur," terangnya.

Lebih lanjut, Eko menjelaskan masyarakat yang berhak bisa membeli LPG subsidi 3 kg di pangkalan LPG resmi Pertamina yang tersebar di seluruh desa. Dia merinci ada 200 agen LPG PSO di wilayah Bandung Raya serta 145 agen LPG PSO di Priangan Timur yang siaga memenuhi kebutuhan masyarakat.

"Dengan membeli di pangkalan resmi Pertamina, masyarakat akan memperoleh harga sesuai dengan Surat Keputusan Walikota atau Bupati yang berlaku," tuturnya.

Dikatakan Eko, berdasarkan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 104 Tahun 2007 tentang Penyediaan, Pendistribusian, dan Penetapan Harga Liquefied Petroleum Gas Tabung 3 Kilogram, LPG 3 kg bersubsidi diperuntukkan hanya untuk masyarakat kurang mampu serta pelaku usaha mikro dengan aset maksimal Rp 50 juta dan omzet maksimal Rp 300 juta per tahun.

Sementara bagi pelaku usaha kecil, menengah, dan atas, serta masyarakat yang tergolong mampu diharapkan menggunakan LPG Non Subsidi Bright Gas 5,5 kg dan 12 kg. Tujuannya agar pendistribusian LPG subsidi lebih tepat sasaran.

Di sisi lain, Komite BPH Migas Marwansyah Lobo Balia menekankan pentingnya menjamin kelancaran stok BBM LPG jelang Idul Fitri, meski ada larangan mudik hingga 17 Mei 2021 mendatang.

"Sidak ini dilakukan guna memastikan layanan Pertamina selalu prima, kami mengecek ketahanan stok, layanan ekstra yang disiapkan dan potensi kendala distribusi BBM di lapangan. Meskipun ada larangan mudik pada tahun ini, namun dalam situasi kondisi apapun, Pertamina harus selalu siap melayani kebutuhan masyarakat," pungkas Lobo usai melakukan kunjungan ke Fuel Terminal Ujung Berung Bandung dalam rangka kesiapan Satgas Rafi Jelang Hari Raya Idul Fitri 1442H/2021.

Untuk diketahui, Pertamina telah membentuk tim Satgas Ramadhan Idul Fitri (Satgas RAFI) yang mulai bertugas sejak 21 April hingga 31 Mei 2021. Nantinya tim Satgas ini akan membantu memantau penyaluran BBM dan LPG, mulai dari penguatan stok, kelancaran distribusi di jalan raya hingga pemantauan kondisi di lapangan, sehingga ketersediaan BBM dan LPG di masyarakat dapat terus terpenuhi.

Apabila konsumen membutuhkan informasi seputar ketersediaan LPG maupun produk dan layanan lainnya, dapat menghubungi Pertamina Call Center di nomor 135.

(akd/ega)

Tag Terpopuler