Organisasi Internasional Minta Proyek Migas Baru Disetop, Ada Apa?

Soraya Novika - detikFinance
Rabu, 19 Mei 2021 10:26 WIB
Ilustrasi sektor migas
Foto: Ilustrasi Migas (Fauzan Kamil/Infografis detikcom)
Jakarta -

Badan Energi Internasional (International Energy Agency/IEA) menyerukan kepada seluruh dunia menghentikan pengeboran minyak dan gas (migas) sesegera mungkin demi mencegah bencana iklim. Imbauan ini sekaligus bagian dari komitmen untuk mencapai emisi karbon nol persen mulai tahun 2050.

Tak hanya itu, IEA juga menyarankan agar investasi dalam proyek bahan bakar fosil juga harus segera dihentikan, dan tidak boleh ada lagi proyek pembangkit listrik tenaga batu bara yang disetujui.

Rekomendasi tersebut adalah bagian dari strategi yang menurut IEA akan membuat dunia mencapai tujuan Paris Agreement untuk membatasi pemanasan global hingga 1,5 derajat Celcius.

Kenapa 1,5 derajat? Sebab, menurut para ahli, bila pemanasan global melebihi ambang batas tersebut akan memicu cuaca ekstrem, kenaikan permukaan laut yang lebih tinggi, kebakaran hutan, banjir, dan kekurangan makanan bagi jutaan orang.

Untuk mencegah itu, IEA menganjurkan beberapa rekomendasi yang harus dicapai seluruh negara di dunia seperti dikutip dari CNN, Rabu (19/5/2021):

1. Setop segera proyek migas baru

2. Tidak ada penjualan baru boiler bahan bakar fosil mulai tahun 2025

3. Kendaraan listrik menghasilkan lebih dari 60% penjualan mobil pada tahun 2030

4. Tidak ada penjualan mobil penumpang bermesin pembakaran internal baru pada tahun 2035

5. Sektor kelistrikan global mencapai emisi nol persen pada tahun 2040

6. 70% pembangkit listrik dari matahari dan angin pada tahun 2050

Ada manfaat ekonomi utama yang bisa didapat bila dunia rekomendasi tersebut yaitu investasi energi tahunan dunia akan melonjak menjadi US$ 5 triliun pada tahun 2030 dari $ 2,3 triliun dalam beberapa tahun terakhir, menambahkan 0,4 poin persentase ke pertumbuhan PDB global.

(ara/ara)