Dikejar Deadline, Sudah Siapkah Pertamina Garap Blok Rokan?

Trio Hamdani - detikFinance
Kamis, 27 Mei 2021 13:32 WIB
Blok Rokan
Foto: Nadia Permatasari/Infografis
Jakarta -

Blok migas di Rokan akan dikelola oleh Pertamina Hulu Rokan (PHR) pada Agustus 2021. Saat ini proses transisi alih kelola blok migas tersebut dari Chevron Pacific Indonesia (CPI) sedang berlangsung. Bagaimana progresnya?

"Sekarang ini sudah tinggal beberapa bulan lagi memang ini masih kejar-kejaran," kata Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi VII DPR RI, Kamis (27/5/2021).

Hingga 21 Mei, progres migrasi data teknis dan operasional sudah mencapai 90%. Itu sudah diserahkan ke Pusdatin pada Februari 2021. Data g&g, operasional, dan produksi, data finansial dan sebagainya sudah dapat diakses oleh PHR. Proses verifikasi data sedang berjalan, dan 10% data lain sedang dalam proses transfer.

Kemudian untuk pemboran sumur dari target 192 sumur baru terealisasi memang masih 63 sumur termasuk 11 sumur untuk konversi.

"Dan memang ini sudah ada kesepakatan nanti mana-mana yang belum selesai dan material sudah tersedia bisa dilanjutkan oleh PHR. Ini sudah kita koordinasikan," jelasnya.

Kemudian, target untuk workover dari 39 sudah terealisasi 31. Sedangkan target untuk well services dari 6.819 baru terealisasi 3.787 well services. Selain itu telah disiapkan dua lokasi sumur untuk PHR demi memastikan kesinambungan operasi.

"Kemudian chemical EOR, progres 80% untuk alih kelola," sebut Dwi.

Lebih lanjut mengenai alih kelola, dia menjelaskan data transfer sudah 100%, model conversion 100%, dan surfactant chemical dalam proses. Kemudian proses POD EOR secara keseluruhan sudah 55% (static 100%, dynamic 85%, aspek non sub surface dalam proses.

Mengenai manajemen kontrak, progresnya sudah 88%, di mana 256 dari total 290 kontrak eksisting selesai di-mirroring. Pengadaan material 192 sumur sudah 100% dan tinggal mempercepat delivery. Pengadaan untuk jasa 4 rig sedang diproses dan 3 rig akan farm in dengan PHR.

Pasokan listrik sudah mencapai progres 80%. PLN akan memasok listrik dan uap ke Blok Rokan. Penjelasan kegiatan operasi, program pemeliharaan, dan proses bisnis telah diserahkan.

"PJB (perjanjian jual beli) tenaga listrik umum PLN dan PHR ditandatangani 1 Februari 2021. Tindak lanjut pembahasan MCTN masih dalam proses, menunggu pengumuman pemenang MCTN. Ini dalam proses tender sekarang," lanjut Dwi.

Lalu mengenai ketenagakerjaan sudah mencapai progres 90%. Telah tercapai kesepakatan transfer karyawan. Saat ini tinggal proses administrasi. Untuk pekerja mitra CPI, PHR telah memberikan prioritas untuk memanfaatkan pekerja mitra CPI, untuk dimanfaatkan mitra PHR.

Dari sisi teknologi informasi, progresnya sudah 80%. Terdapat total 232 aplikasi yang dibutuhkan untuk mendukung kegiatan operasional Blok Rokan, yaitu 31 aplikasi CPI akan digantikan dengan aplikasi Pertamina atau komersial, 129 aplikasi CPI telah diminta untuk ditransfer (88 aplikasi telah disetujui oleh CPI, 41 aplikasi sedang tahap pembahasan) dan 72 aplikasi komersial disediakan oleh PHR.

Perizinan dan prosedur operasi, Amdal Duri sudah 100%, Minas-Siak 100%, Bekasap-Rokan 75%. Persetujuan dibutuhkan pertengahan Juni 2021. Selanjutnya prosedur operasi 7.600 SOP akan dialihkan. Lalu persiapan 2 lokasi sumur untuk PHR.

Untuk isu lingkungan, Rencana Pemulihan Fungsi Lingkungan Hidup (RPFLH) adal 157 lokasi, yaitu sedang berjalan 47 lokasi, menunggu Surat Status Penyelesaian Lahan Terkontaminasi (SSPLT) 43 lokasi, telah mendapatkan SSPLT 67 lokasi (selesai). Verifikasi lapangan KLHK telah dilakukan bulan Februari 2021.



Simak Video "Kilang Minyak Balongan Terbakar, Langit Indramayu Memerah"
[Gambas:Video 20detik]
(toy/das)