Bye-bye! Pembangkit Listrik Batu Bara Pensiun Mulai 2025

Hendra Kusuma - detikFinance
Kamis, 27 Mei 2021 20:30 WIB
PLTU Suralaya di Cilegon, Banten (M Iqbal/detikcom)
Ilustrasi/Foto: PLTU Suralaya di Cilegon, Banten (M Iqbal/detikcom)
Jakarta -

Penggunaan serta pemanfaatan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) batu bara akan berhenti pada tahun 2055. PT PLN (Persero) memastikan pembangkit tersebut akan pensiun dan digantikan dengan energi baru terbarukan (EBT).

Wakil Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo mengatakan rencana tersebut sudah masuk dalam timeline retirement PLTU batu bara menuju carbon neutral 2060. Adapun, total kapasitas PLTU yang akan pensiun mencapai 50,1 gigawatt (GW).

"Kami sudah bangun strategi bagaimana kita bisa capai carbon neutral di 2060," kata Darmawan dalam RDP dengan Komisi VII DPR RI, Kamis (27/5/2021).

Dengan adanya timeline itu, maka pembangunan PLTU batu bara sudah tidak diperbolehkan lagi oleh Kementerian ESDM.

"2025-2030 arahan pak Dirjen (Ketenagalistrikan) itu sudah mengharamkan bahkan berpikir PLTU saja diharamkan, di 2025 ada rencana replacement PLTU dan PLTMG dengan EBT tapi itu baseload 1,1 GW," ujarnya.

Pada tahun 2030 akan dilaksanakan dihentikan operasional PLTU subcritical tahap pertama sekitar 1 GW. Selanjutnya retirement PLTU subcritical tahap kedua sekitar 9 GW di tahun 2035. Pada tahun 2040, retirement PLTU supercritical sekitar 10 GW.

Sedangkan pada tahun 2045 dijadwalkan untuk retirement PLTU ultra supercritical sekitar 24 GW. Untuk PLTU ultra supercritical ini dilakukan bertahap hingga tahun 2055, yang mana pada tahun tersebut ada retirement PLTU ultra supercritical sekitar 5 GW.

Dengan begitu, jika dijumlah secara keseluruhan PLTU yang akan dipensiunkan oleh PLN total kapasitasnya sekitar 50,1 GW.

"Memang saat ini kalau kita ingin capai carbon neutral di 2060, makanya harus ada EBT, kalau PLTS menjadi baseload harus menggunakan baterai storage sistem," ungkapnya.

(hek/ara)