Pembangunan PLTD Jalan Terus, Nggak Jadi Pakai Energi Terbarukan?

Hendra Kusuma - detikFinance
Kamis, 27 Mei 2021 16:19 WIB
PLTD Bukit Carok merupakan salah satu pemasok listrik di Kabupaten Karimun, Kepri. Keberadaan PLTD itu bentuk komitmen PLN untuk alirkan listrik ke seluruh RI.
Ilustrasi PLTD/Foto: Rengga Sancaya
Jakarta -

Dirjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Rida Mulyana tetap menyetujui pembangunan pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) di wilayah Maluku dan Maluku Utara (MMU). Padahal, pemerintah berkomitmen jika pembangunan PLTD tidak lagi dilakukan setelah tahun 2020.

Rida menjelaskan pembangunan PLTD di wilayah MMU ini untuk menerangi daerah yang masih gelap. Pembangunan PLTD juga harus diikuti dengan komitmen untuk dikonversi menjadi pembangkit bertenaga EBT.

"Untuk MMU dapat kami sampaikan kami sudah koordinasi dengan PLN dan sudah dialokasikan APLN mempercepat, dan kami berikan relaksasi untuk membangun PLTD, jadi harus nyala dulu, untuk kasus 3T (terdepan, terluar, tertinggal) saya merem, secara bertahap, yang penting nyala dulu," kata Rida dalam RDP dengan Komisi VII DPR, Senin (27/5/2021).

Relaksasi ini, dikatakan Rida, ditujukan untuk meningkatkan rasio elektrifikasi, keandalan, dan ketersediaan listrik hingga 24 jam di daerah 3T. Tercatat masih ada 97 lokasi di Maluku dan Maluku Utara yang belum teraliri listrik dengan baik.

Dari 97 lokasi di Maluku dan Maluku Utara, teridentifikasi 60 unit satuan pembangkit diesel (SPD) di 28 lokasi dan sudah menyala di 24 lokasi sejak April 2021, sementara 4 lokasi sisanya direncanakan pada Agustus 2021. Kemudian 169 unit SPD di 69 lokasi, kata Rida diproyeksikan akan menyala pada April sampai Juni 2022 secara bertahap.

"Yang penting setelah ada program (ini) berganti ke EBT, beberapa tahun misalnya lima tahun atau 10 tahun paling lama EBT, tujuan utamanya nyala dulu intinya 97 desa ini segera bertahap diterangi," katanya.

Dalam rangka untuk efisiensi atau menurunkan BPP dan meningkatkan bauran EBT terhadap 97 lokasi ini, Rida menyebut PLN dihimbau untuk melakukan hibridisasi yang akan direalisasikan Mei 2022 dan akan diselesaikan sebelum Desember 2022 secara bertahap.

Dapat diketahui, Kementerian ESDM menargetkan rasio elektrifikasi 100% pada tahun 2022. Rasio elektrifikasi merupakan perbandingan jumlah rumah tangga berlistrik dengan jumlah rumah tangga total. Rumah tangga berlistrik merupakan jumlah rumah yang dilistriki oleh PLN, maupun non PLN seperti Pemda, koperasi atau swadaya masyarakat, dan yang dilistriki oleh LTHSE.

Simak juga 'Saat Viral Video Komodo Nyasar ke PLTD PLN':

[Gambas:Video 20detik]



(hek/ara)