Rencana Bangun Kilang Minyak Dipangkas, Pasokan BBM Aman Nggak Ya?

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Selasa, 01 Jun 2021 22:06 WIB
Kilang Balongan
Foto: Ilustrasi Kilang (Tim Infografis Fuad Hasim)
Jakarta -

Rencana pemerintah menggenjot kendaraan listrik berpengaruh pada rencana pengembangan kilang minyak di Indonesia. Rencana pengembangan kilang pun dipangkas, dari sebelumnya ditargetkan menjadi 2 juta barel per hari menjadi 1,425 juta barel per hari.

Meski dipangkas, hal itu diklaim tidak berpengaruh pada pasokan atau pemenuhan BBM di Tanah Air. Sebab, pamangkasan tersebut telah disesuaikan dengan proyeksi permintaan.

"Rencana pengembangan kilang bbm mengalami perubahan karena adanya energi shifting dari penggunaan BBM ke listrik dan biofuel di masa depan. Sehingga harus menyesuaikan dengan demand," kata Corporate Secretary Subholding Refining & Petrochemical PT Kilang Pertamina Internasional Ifki Sukarya kepada detikcom, Selasa (1/6/2021).

Dia mengatakan, pengembangan kilang itu juga diintegrasikan dengan petrokimia. Kembali, dia menuturkan, pemangkasan target tersebut telah diperhitungkan dengan adanya pergeseran dari BBM ke listrik dan biofuel.

"Itu sudah diperhitungkan dengan adanya shifting," katanya.

Sebelumnya, Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati menjelaskan, dengan adanya transisi energi maka rencana pengembangan kilang mengalami perubahan.

"Dengan disruption yang terjadi, transisi energi yang terjadi, maka rencana pengembangan kilang juga mengalami perubahan. Kami melakukan revirew kembali bersama pemerintah, dengan program pemerintah mendorong renewable energy dan EV battery dan EV manufacturing. Pertamina melakukan alignment terhadap rencana tersebut," katanya saat rapat dengan Komisi VII DPR, kemarin (31/7/2021).

Dia mengatakan, dalam pengembangan kilang ini mulanya akan ditingkatkan dari kapasitas saat ini 1 juta barel per hari menjadi 2 juta barel per hari. Namun, kemudian direvisi dari 1 juta akan menjadi 1,425 juta barel per hari.

"Jadi peningkatannya adalah 425 ribu," katanya.

(acd/dna)