Mau Masuk Era Mobil Listrik, RI Pangkas Rencana Bangun Kilang Minyak

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Senin, 31 Mei 2021 15:38 WIB
Ilustrasi sektor migas
Foto: Ilustrasi Migas (Fauzan Kamil/Infografis detikcom)
Jakarta -

Pemerintah tengah mendorong pemanfaatan kendaraan listrik. Hal itu dibuktikan dengan pengembangan industri baterai kendaraan listrik hingga infrastruktur pendukung lainnya.

Holding untuk baterai kendaraan listrik pun sudah terbentuk. Dalam mewujudkan era serba listrik tersebut, holding menggandeng sejumlah mitra yang nantinya akan investasi triliunan rupiah.

Rupanya, pengembangan kendaraan listrik ini berdampak pada rencana pengembangan kilang minyak di Indonesia. Pengembangan kilang minyak yang mulanya akan menjadi berkapasitas 2 juta barel per hari dipangkas jadi 1,425 juta barel per hari.

Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati menjelaskan, dengan adanya transisi energi maka rencana pengembangan kilang mengalami perubahan.

"Dengan disruption yang terjadi, transisi energi yang terjadi, maka rencana pengembangan kilang juga mengalami perubahan. Kami melakukan revirew kembali bersama pemerintah, dengan program pemerintah mendorong renewable energy dan EV battery dan EV manufacturing. Pertamina melakukan aligment terhadap rencana tersebut," katanya saat rapat dengan Komisi VII DPR, Senin (31/7/2021).

Dia mengatakan, dalam pengembangan kilang ini mulanya akan ditingkatkan dari kapasitas saat ini 1juta barel per hari menjadi 2 juta barel per hari. Namun, kemudian direvisi dari 1 juta akan menjadi 1,425 juta barel per hari.

"Jadi peningkatannya adalah 425 ribu," katanya.

Dia mengatakan, salah satu kapasitas kilang terbesar adalah GRR Tuban. Ia pun memahami alasan DPR untuk meminta penjelasan Pertamina.

"Yang terbesar hanya adalah GRR Tuban sehingga sangat revelan sekali kalau dari Komosi VII meminta untuk mengetahui, bagaimana progresnya karena tambahan kapasitas terbesar adalah dari GRR Tuban," katanya.

(acd/dna)