Pabrik Panel Surya Rp 2 Triliun Bakal Berdiri di Tangerang

Wisma Putra - detikFinance
Jumat, 04 Jun 2021 21:38 WIB
Panel surya
Ilustrasi/Foto: Dok. PT Len Industri
Bandung -

PT Len Industri akan membangun pabrik solar cell atau panel surya di Tangerang, Banten. Target tahun ini bisa dilakukan graoudbreaking.

"Energi Baru Terbarukan (EBT), dimana saat ini di dunia adalah Green Economy dan Green Energy, saat ini bukan gaya-gayaan lagi, kita pakai solar panel atau solar cell ini," kata Direktur Utama PT Len Industri Bobby Rasyidin di PT Len Industri, Kota Bandung, Jumat (4/6/2021).

"Investasi sekitar Rp 2 triliun, pendanaan mix, yang jelas bukan dari pemerintah dari berbagai negara, patnership bentuknya. Sehingga kita ciptakan industri solar panel yang kuat," lanjutnya.

Menurut Bobby penggunaan panel surya sudah seharusnya dijalankan di Indonesia agar bisa menjaga lingkungan.

"Ini sudah keharusan untuk menjaga bumi tetap green, dan juga sudah ada beberapa konvensi, terakhir di Paris tahun 2015 untuk mengurangi signifikan. Indonesia salah satu negara yang tanda tangani konfensi itu, maka dalam hal ini bagaimana kita mentrasfomasikan energi-energi yang sifatnya fosil pada energi yang green," ungkapnya.

Menurutnya, saat ini PT Len sudah memiliki fasilitas untuk memproduksi panel surya itu sendiri. Jika sudah berproduksi, pihaknya memiliki dua segment pasar yang akan dirambah di Indonesia.

Saat disinggung, berapa kapasitas solar cell yang bisa diproduksi PT Len, Bobby menyebut tak terhingga, tapi sesuai Perpres, Bobby menyebut 8 persen energi baru terbarukan yang harus segera ada di Indonesia.

"Target solar cell, ada dua segmentasi pasar, segmen pasar dalam bentuk PLTS pembangkit listrik tenaga surya, inilah yang akan menggantikan pembangkit yang sudah tidak efisien dan energi fosil. Kedua, solar rooftop, kita lihat bagiannya kita lakukan efisiensi penggunaan listrik yang konvensional dengan menggunakan solar rooftop," jelasnya.

"Perpres mengharapkan 8 persen dari 23 persen EBT. Sekarang kita baru 0,01 persen, kita ngejar ke 8 persen EBT. Perpres 8 persen, tapi target kita sebesar-besarnya," sambung Bobby.

(wip/hns)