Gebrakan Ahok di Pertamina: Audit Kilang-Hapus Kartu Kredit Direksi

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Rabu, 16 Jun 2021 11:14 WIB
Ahok
Foto: 20Detik
Jakarta -

Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Tbk Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok kembali membuat gebrakan di Pertamina. Dia menyebut, fasilitas kartu kredit untuk para petinggi Pertamina yakni manajer, direksi hingga komisaris dihapus.

Bukan pertama kali Ahok membuat gebrakan di Pertamina. Sejumlah gebrakan telah ia keluarkan dan tak jarang menghebohkan publik. Berikut daftar gebrakan Ahok tersebut seperti dirangkum detikcom:

1. 'Staf Biasa' Bisa Jadi Direksi

Ahok mengatakan saat ini perseroan tengah memasuki budaya baru. Dirinya memberikan kesempatan kepada seluruh jajaran karyawan Pertamina agar dapat menduduki posisi strategis.

Ahok mengatakan seluruh karyawan Pertamina tanpa terkecuali dapat menempati berbagai posisi strategis seperti Senior Vice President (SVP), hingga jajaran direksi.

"Yang perlu kita perhatikan pada seluruh insan Pertamina adalah kita akan memasuki sebuah budaya baru. Membuka kesempatan kepada seluruh insan Pertamina golongan yang PRL-nya (Pertamina Reference Level) di bawah 15 pun anda berhak untuk ikut test menduduki posisi sampai SVP," kata Ahok dalam video yang diunggah Pertamina, dikutip Jumat (17/7/2020).

2. Bongkar Aib Pertamina

Ada pernyataan Ahok yang menghebohkan publik di tahun 2020 lalu. Ahok menyebut,ada direksi yang hobi lobi menteri.

Hal itu diungkap Ahok melalui akun YouTube POIN seperti dikutip detikcom, Selasa (15/9/2020).

"Dia ganti direktur pun bisa tanpa kasih tahu saya, saya sempat marah-marah juga, jadi direksi-direksi semua mainnya lobinya ke menteri karena yang menentukan menteri. Komisaris pun rata-rata titipan kementerian-kementerian," katanya.

3. Audit Kilang Pertamina

Ahok ingin agar sejumlah kilang Pertamina diaudit. Ahok juga menyadari dirinya dipancing agar emosi dan dilaporkan ke Presiden Joko Widodo (Jokowi). Lalu, ia dianggap sebagai pengganggu keharmonisan.

"Terus sudah ditawarin kenapa ditolak? Terus kenapa kerja seperti ini? Saya lagi mau audit. Cuma saya emosi juga kemarin. Mereka lagi mancing saya emosi, saya emosi laporin Presiden apa? Ahok mengganggu keharmonisan," kata dia dikutip Rabu (16/9/2020).