Tak Cuma Kartu Kredit, Ahok Ungkap 'Uang Jajan' Pejabat Pertamina Dihapus

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Rabu, 16 Jun 2021 17:10 WIB
Basuki Tjahaja Purnama/Ahok
Foto: Rifkianto Nugroho: Komut Pertamina Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok
Jakarta -

Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama atau beken disapa Ahok menyebut tidak hanya fasilitas kartu kredit manajer, direksi dan komisaris yang dihapus. Menurut Ahok fasilitas uang representatif juga dihapus.

Mengutip CNNIndonesia, Rabu (16/6/2021), penghapusan fasilitas tersebut akan membuat perusahaan berhemat. Meski begitu, Ahok mengaku tak tahu besaran fasilitas uang representatif tersebut.

'Duit jajan' direksi ini diberikan di luar gaji. Untuk diketahui, uang representatif adalah tambahan uang saku kepada pejabat negara, sekretaris daerah, pimpinan dan anggota DPRD, dan pejabat eselon II dalam melakukan perjalanan dinas.

"Masih ada uang representatif direksi yang sampai saat ini kaki belum diperlihatkan. Direksi sudah OK dan akan dijalankan Direktur Keuangan. Ini (uang representatif) di luar gaji," terang Ahok.

Ahok menyebut penghentian uang representatif ini mulai berlaku sejak Selasa (15/6) setelah disetujui pada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

"Sejak kemarin sudah harus setop," tegas mantan Gubernur DKI Jakarta.

Sebagai informasi, Ahok menyebut fasilitas kartu kredit untuk bos-bos Pertamina dihapus sebagai kontrol dari pemakaian yang tidak sasaran. Dia mengaku, mendapat kartu kredit dengan limit sampai Rp 30 miliar.

Lihat juga video 'Kartu Kredit Diaktifkan Orang Lain, Apakah Bank Bisa Dituntut?':

[Gambas:Video 20detik]



(acd/hns)