Perubahan Sistem Digital Perlu Energi Bersih, Caranya?

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Kamis, 17 Jun 2021 10:58 WIB
Fintech
Foto: Tim Infografis Zaki Alfarabi
Jakarta -

Transformasi digital dalam pengelolaan energi sangat dibutuhkan untuk membangun ekosistem digital di seluruh dunia dan lintas industri. Selain itu transformasi ini juga bisa mengatasi perubahan iklim dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

Karena itu pengembangan ekosistem digital dengan data center harus dikelola secara lebih efisien, cerdas, adaptif dan berkelanjutan.

Cluster President Schneider Electric Indonesia & Timor Leste Roberto Rossi mengungkapkan pelaku bisnis di Asia termasuk Indonesia punya peluang untuk penanggulangan perubahan iklim. Misalnya dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi agar lebih efisien dan mendapatkan imbal hasil yang tinggi dalam jangka panjang.

"Elektrifikasi yang didukung oleh teknologi manajemen digital punya potensi besar sebagai sumber energi bersih yang aman, andal dan berkelanjutan. Hal ini dapat membantu memenuhi kebutuhan bisnis secara bertanggung jawab tanpa mengorbankan masa depan," jelas dia, Kamis (17/6/2021).

Schneider memiliki inti bisnis keberlanjutan dan efisiensi. Dari data Schneider Electric diproyeksi industri TI akan mengonsumsi 8,5% listrik global pada 2035, sebagian besar berasar dari data center.

Pada 2025 penggunaan energi industri TIK akan membengkak jadi 20,9% dari total global, menyumbang 5,5% dari emisi gas rumah kaca global.

Hal ini untuk memastikan kelestarian lingkungan agar semakin besar. Menurut Roberto banyak perusahaan yang sadar dan mulai memperhatikan konsumsi karbon dengan cermat dan meminimalkan beban mereka terhadap lingkungan.

Menurut dia saat ini dunia menghadapi tantangan besar dalam memerangi perubahan iklim. Pelaku bisnis memiliki peran penting untuk mendukung pencapaian target global pada tahun 2030. Penggunaan energi yang berkelanjutan harus menjadi pondasi dalam semua aspek bisnis. Begitu pula komitmen perusahaan dalam mengadopsi solusi inovatif untuk mencapai tujuan keberlanjutan