Blok Rokan Diambil Alih Pertamina, Ini Progres Terbarunya!

Soraya Novika - detikFinance
Kamis, 17 Jun 2021 11:44 WIB
Pertamina akan mengelola Blok Rokan, blok migas yang disebut-sebut terbesar di Indonesia. Di dunia, ada sederet blok migas terbesar juga lho. Ini daftarnya.
Ilustrasi/Foto: Istimewa
Jakarta -

PT Pertamina (Persero) melalui anak usahanya PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) akan mengelola Blok Rokan mulai 9 Agustus 2021. Saat ini, Pertamina terus menjalin komunikasi yang intensif dengan PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) dan SKK Migas untuk proses alih kelola tersebut.

"Adapun mengenai Rokan seperti kita ketahui memang tanggal 9 Agustus 2021 Blok Rokan akan dikelola oleh Pertamina Hulu Rokan (PHR). Jadi saat ini kami sedang bekerja dengan sangat intensif dengan CPI dan SKK Migas untuk proses alih kelola," ungkap Direktur Utama Pertamina Hulu Energi (PHE) Budiman Parhusip dalam acara Oil and Gas Investment Day di Gedung Kementerian ESDM, Jakarta disiarkan secara virtual, Kamis (17/6/2021).

Namun, Budiman enggan merinci progres pengambilalihan proyek tersebut.

"Tentang kemitraan di PHR yang sedang kami jalin, saya tidak dapat mengungkapkannya sekarang, jadi kami sedang mengerjakannya dan mudah-mudahan kami bisa menyelesaikannya tepat waktu," imbuhnya.

Sebelumnya diketahui proses pengambilalihan kelola sudah sampai pada tahap pemeriksaan administrasi dan fisik barang milik negara (BMN).

Direktur Piutang Negara dan Kekayaan Negara Lain-lain (PNKL), Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Lukman Efendi mengatakan, pemeriksaan fisik tanah untuk Blok Rokan saat itu baru mencapai 10%. Pemeriksaan fisik sempat terhambat karena pandemi COVID-19.

"10% ini maksudnya 10% dari total tanah itu luasnya sekitar 64 ribu ha perkiraannya tapi ini sedang berlangsung, berjalan terus. Yang menjadi BMN-nya 10% itu yang sudah kita lakukan cek fisik, seharusnya sudah kita lakukan semua, tapi kan pandemi," katanya dalam konferensi pers, Jumat (28/5/2021).

"Pandemi ini 2020 Februari kita sudah masuk pandemi, kalau masuk ke sana harus swab, harus karantina dan sebagainya, tapi sedang berlangsung. Kita yang penting bagi kita cek fisik dan administrasi, yang berjalan administrasi, dokumen-dokumennya kita cek terus. Nanti cek fisik itu bisa sekalian," sambungnya.

Sementara, pemeriksaan harta benda modal telah 83%. Seharusnya, pemeriksaan harta benda modal ini bisa rampung bulan ini.

"Kita harapkan akhir bulan ini harusnya sudah selesai. Kita belum dapat laporan," katanya.

Harta benda inventaris pemeriksaannya telah mencapai 60%. Kemudian, pemeriksaan material persediaan sudah 100%. Dia berharap, pemeriksaan ini sudah rampung Agustus 2021.

"Kita berharap 8 Agustus itu ini bisa clear dari kitanya," ujarnya.

Adapun BMN Blok Rokan ini bernilai Rp 97,78 triliun. Nilai tersebut sebesar 20% dari total nilai BMN kontraktor kontra kerja sama (KKKS) nasional senilai Rp 497,62 triliun berdasarkan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) tahun 2019.

(ara/ara)