PLN Dapat Hibah Rp 20,6 M dari Prancis buat Garap PLTA

Khoirul Anam - detikFinance
Jumat, 18 Jun 2021 22:45 WIB
PLN
Foto: Dok. PLN
Jakarta -

PLN mendapatkan dana hibah sebesar 1,2 juta Euro atau sekitar Rp 20,6 miliar (1 EUR= Rp 17.192) dari Badan Pembangunan Prancis atau Agence Francais de Développement (AFD). Dana hibah tersebut digunakan untuk mendukung pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga air (PLTA) Masang II, Sumatera Barat.

Penandatanganan perjanjian hibah untuk tahap persiapan pembangunan PLTA Masang II tersebut dilakukan di Jakarta pada. Adapun acara dihadiri oleh Direktur Utama PLN, Zulkifli Zaini, Country Director AFD Indonesia, Emmanuel Baudran, dan Duta Besar Prancis untuk Indonesia, Olivier Chambard.

"AFD selalu mendukung PLN dalam pengembangan kelistrikan di Indonesia. Hibah ini akan mendukung Environmental and Social Impact Assessment (ESIA) dan Land Acquisition and Resettlement Action Plan (LARAP) untuk proyek PLTA Masang II," terang Zulkifli dalam keterangan tertulis, Jumat (18/6/2021).

Zulkifli mengatakan perjanjian hibah ini merupakan dukungan kedua dari AFD. Pada tahun 2017, AFD telah mendukung PLN dalam studi kelayakan untuk proyek yang sama.

"Hal ini menunjukkan komitmen dan dukungan berkelanjutan dari AFD untuk pengembangan energi terbarukan di Indonesia," tambah Zulkifli.

Diketahui, PLTA Masang merupakan PLTA run of river dengan perkiraan kapasitas sebesar 44 MW yang ditargetkan beroperasi pada tahun 2027.

Zulkifli menjelaskan, komitmen PLN dalam mendorong pengembangan energi baru dan terbarukan (EBT) merupakan wujud nyata dari transformasi PLN yang dilakukan sejak April 2020. Dia juga mengungkapkan, PLN telah menetapkan sasarannya mengembangkan energi terbarukan dalam perencanaan jangka panjang untuk perluasan pembangkit.

"Untuk mengembangkan potensi tersebut, PLN akan mempertimbangkan keseimbangan pasokan dan permintaan listrik, potensi sumber daya lokal, keandalan, keberlanjutan, ketahanan energi, dan ekonomi," jelasnya.

Zulkifli menegaskan, PLN berkomitmen mengembangkan pembangkit EBT dalam menjalankan tugasnya untuk melistriki seluruh negeri. Tidak hanya itu, kata dia, melalui aspirasi green dalam transformasinya, PLN mendorong transisi energi demi generasi yang akan datang agar dapat menikmati masa depan yang lebih baik.

Selain itu, PLN juga mendukung segala peluang investasi dan pengembangan EBT di Indonesia, melalui kerja sama dengan instansi pemerintah, swasta, dan juga lembaga pendanaan melalui prinsip good corporate governance (GCG).

Sementara itu, Emmanuel Baudran menjelaskan bantuan studi lingkungan dan sosial kepada PLN akan membantu dalam persiapan penyusunan rencana pengelolaan lingkungan dan sosial yang komprehensif guna mendukung proyek energi terbarukan, sebagai bagian dari persiapan proyek.

"Terlebih lagi, PLTA Masang II akan berkontribusi kepada target pemerintah Indonesia guna memiliki sumber energi terbarukan yang modern," tutur Emmanuel.

Dia menambahkan, hal ini sejalan dengan strategi AFD untuk mendukung rencana Indonesia dalam melawan perubahan iklim, mencapai target pembangunan berkelanjutan, dan pemanfaatan barang publik secara global.

(akn/hns)