Pemerintah Akan Kirim 100 Milenial Bantu Bangun EBT di Daerah 4T

Nurcholis Maarif - detikFinance
Minggu, 20 Jun 2021 23:10 WIB
Untuk meningkatkan kapasitas dan kebutuhan listrik di Pulau Gili Trawangan, Mataram, Nusa Tenggara Barat, PLN mengembangkan listrik tenaga surya dengan kapasitas pasokan 200 kWp + 400 kWp.
Foto: Dikhy Sasra
Jakarta -

Pemerintah melalui Kementerian ESDM akan memberikan layanan program pendampingan dalam membuka akses listrik bagi desa-desa di Indonesia yang belum teraliri listrik melalui optimalisasi penggunaan Energi Baru Terbarukan (EBT). Nantinya, Kementerian ESDM akan mengirim 100 generasi muda lewat program Patriot Energi.

Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Dadan Kusdiana menyampaikan langkah ini sebagai dukungan atas upaya percepatan peningkatan rasio elektrifikasi desa melalui penyediaan akses desa di 4T (Terdepan, Terluar, Tertinggal, dan wilayah Transmigrasi).

"Kami memberikan kesempatan kepada generasi muda yang berjiwa sosial, aktif, cerdas, bersemangat dan memiliki motivasi untuk berpartisipasi dan terlibat langsung dalam pengembangannya," kata Dadan dalam keterangan tertulis, Minggu (20/6/2021).

Saat acara Launching Program Patriot Energi pada Jumat (18/6) lalu, Dadan menjelaskan kehadiran patriot energi diharapkan mampu mendorong pertumbuhan kesejahteraan ekonomi masyarakat berbasis energi primer setempat.

"Program serupa juga sudah pernah dilaksanakan oleh Ditjen EBTKE bekerja sama dengan Yayasan Institut Bisnis dan Ekonomi Kerakyatan (IBEKA) pada tahun 2015 dan 2016," jelasnya.

Saat itu, sekitar 200 orang mendapatkan pendidikan dan pelatihan oleh Kementerian ESDM untuk meningkatkan kapasitas dan pemberdayaan masyarakat di bidang pemanfaatan EBT. "Pertimbangan kami untuk melaksanakan kembali program Patriot Energi adalah pertama masih adanya rumah tangga yang belum berlistrik dan atau sudah berlistrik namun menyala kurang dari 12 jam," ungkap Dadan.

Di samping itu, masih terdapat 433 desa yang gelap gulita dan 5.231 desa yang berlistrik swadaya bukan dari PLN dengan kualitas yang kurang memadai, serta terdapat 5.200 unit pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) yang masih dioperasikan oleh PLN yang direncanakan akan dikonversi pembangkit EBT.

Pertimbangan lain adalah program lampu tenaga surya hemat energi yang dilaksanakan 2016 sampai 2018 telah habis masa pakainya. Kemudian beberapa proyek infrastruktur EBT yang dibangun oleh APBN belum semuanya diserahterimakan kepada Pemda dan ada berapa yang rusak.

"Perlu direvitalisasi dan juga ada rencana kegiatan-kegiatan percepatan dari penyediaan listrik ke masyarakat di tahun 2021. Ini memerlukan pendampingan kepada masyarakat untuk menjelaskan cara pemakaian termasuk pengelolaannya. Penyelesaian kondisi tersebut akan sangat terbantu apabila program Patriot Energi dapat dilaksanakan kembali," pungkas Dadan.

(ncm/hns)