Jurus Pemerintah Bikin Investasi Migas 'Kebal' Pandemi

Tim detikcom - detikFinance
Rabu, 23 Jun 2021 19:26 WIB
Ilustrasi sektor migas
Foto: Ilustrasi Migas (Fauzan Kamil/Infografis detikcom)
Jakarta -

Sejak awal Tahun 2020 Pandemi COVID-19 melanda Indonesia, bukan hanya melanda aspek kesehatan tapi melanda aspek kehidupan lain, seperti pendidikan, keagamaan, sosial dan juga tak terhindar aspek ekonomi mengalami dampak yang luar biasa.

Dampak-dampak yang timbul karena pandemi COVID-19 ini , terus berusaha di tangani pemerintah dari penanganan kesehatan hingga ekonomi. Salah satu upaya yang di lakukan pemerintah melalui Kementerian Investasi/BPKM RI bekerjasama dengan Satuan Kerja Khusus (SKK) Migas saling berkolaborasi untuk terus memperbaiki pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Staf Ahli Peningkatan Daya Saing Penanaman Modal Kementerian Investasi/BKPM RI, Heldy Satrya Putera mengatakan salah satu upaya yang dilakukan adalah melakukan kolaborasi dengan SKK MIgas dengan mengadakan acara workshop dalam rangka mendorong peningkatan realisasi investasi di sektor hulu migas.

Investasi dunia turun pada tahun 2020 sekitar -30% s/d -40%, akan tetapi Indonesia masih bisa mencapai realisasi investasi sebesar Rp 826,3 T atau 101,1% dari target yang ditetapkan oleh Pemerintah yaitu Rp 817,2 Trilliun.

"Untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang masih negatif, yang dimana negara lain mulai positif di triwulan tahun 2021 pertama seperti Amerika Serikat, Singapura, Vietnam. Sedangkan Indonesia, Malaysia, dan Uni Eropa Masih negatif. Oleh sebab itu kegiatan Kementerian Investasi dan SKK Migas melalui workshop ini diharapkan dapat mendorong peningkatan investasi Indonesia kedepannya. Kita dorong kemitraan di sektor hulu migas ini dengan melibatkan pengusaha lokal dan daerah," ujar Heldy dalam Workshop Peningkatan Daya Saing Usaha Nasional 2021, di JW Marriot, Surabaya (23/6/2021).

"Kami melihat SKK Migas berupaya untuk meingkatkan produksinya dengan nilai 1 Juta Barbell Per/Hari, untuk mencapai target ini bukan perkara yang mudah tentunya. Oleh sebab itu Kementerian Investasi/BKPM melihat seluruh potensi yang ada di Indonesia harus dilibatkan, terutama adalah Pengusaha-pengusaha daerah. Disini hadir juga dari HIPMI, Kadin dan asosiasi usaha lainnya di Jawa Timur untuk bisa sinergi dan partisipasi dalam sektor hulu migas," tegas Heldy.

Heldy menegaskan dengan melibatkan berbagai pihak dari pemerintah hingga pengusaha daerah akan membawa pemerataan ekonomi bukan hanya dari sektor migas melainkan banyaknya potensi yang Indonesia miliki untuk bisa meningkatkan investasi Indonesia yang akhirnya memperbaiki pertumbuhan ekonomi Indonesia.

"Dalam workshop ini kita akan melihat peluang-peluang usaha yang ada di sektor hulu Migas, dan melalui workshop ini pula kita dapat mengetahui prosedur pengadaan barang dan jasa serta proses tender dalam kegiatan SKK Migas, serta bagaimana dukungan perbankan untuk kegiatan-kegiatan di sektor hulu migas. Untuk itu Kemeninves/BKPM telah bekerjasama dengan Bank BNI sehingga dalam hal ini kita dapat melihat peluang dan dukungan Perbankan bagi pengusaha lokal tentunya," ungkapnya.

Workshop Peningkatan Daya Saing Usaha Nasional 2021 Kementerian Investasi/BKPM-SKK MIGAS ini diselenggarakan secara hibryd bertempat di Hotel JW Marriott Subaraya yang dihadiri oleh Perwakilan Pemerintah Daerah, Satgas Energi Badan Pengurus Pusat (BPP) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), HIPMI Badan Pengurus Daerah (BPD) Jawa Timur (JATIM), KADIN JATIM, dan seluruh asosiasi dunia usaha lainnya.

(dna/dna)