Pertamina Dorong Implementasi Bisnis Berkelanjutan dengan Aspek ESG

Erika Dyah Fitriani - detikFinance
Jumat, 25 Jun 2021 19:45 WIB
Wakil Menteri BUMN Pahala N Masyuri
Foto: Pertamina-Wakil Menteri BUMN Pahala N Masyuri
Jakarta -

Pertamina berupaya mendorong implementasi bisnis yang memberikan dampak berkelanjutan bagi aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola perusahaan. Upaya ini turut mendapat dukungan dari para pemegang saham serta dinilai sejalan dengan kebutuhan investor global.

Pada acara Pertamina Investor Day 2021 yang berlangsung Rabu (23/6), Wakil Menteri BUMN Pahala N Masyuri menyampaikan dukungan pemerintah atas langkah Pertamina menyelaraskan bisnis dengan aspek Environment, Social, and Governance (ESG) secara simultan.

"Semoga semua inisiatif ini akan membuahkan hasil dalam rangka pengembalian investasi bagi shareholders dan investor Pertamina," ucap Pahala dalam keterangan tertulis, Jumat (25/6/2021).

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengungkap seluruh entitas Pertamina Grup telah menerapkan program yang mendukung agenda ESG secara bertahap dan konsisten.

Nicke mengatakan sebagai salah satu bentuk tanggung jawab akan pelaksanaan ESG, pihaknya telah menerbitkan Sustainability Report atau Laporan Keberlanjutan yang dapat diakses oleh publik sejak tahun 2011. Selain itu, Pertamina juga telah meluncurkan program ESG Traction pada tahun 2020 guna memperkuat komitmennya terkait ESG.

Lebih lanjut, Nicke menjelaskan pihaknya menyadari ada tantangan yang dihadapi perusahaan terkait lingkungan karena penggunaan sumber daya alam yang menimbulkan polusi dan membutuhkan pengelolaan limbah. Oleh karena itu, lanjutnya, perusahaan bergerak untuk mengatasi perubahan iklim, mengurangi jejak karbon yang ada di lingkungan sebagai dampak konsumsi dan intensitas energi, serta melindungi ekosistem dan keanekaragaman hayati di setiap wilayah operasi perusahaan.

"Tahun 2020, Pertamina telah berhasil menurunkan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) sebesar 27% (dibandingkan 2010). Ke depan, perusahaan menargetkan peningkatan target penurunan GRK menjadi 30% pada tahun 2030 melebihi komitmen Indonesia dalam pengurangan emisi sebagaimana yang termuat dalam Paris Agreement," ungkap Nicke.

Dalam bidang sosial, kata Nicke, Pertamina terus meningkatkan dan memperkuat kebijakan kesehatan dan keselamatan kerja (Health and Safety). Langkah ini dilakukan pihaknya sebagai upaya mencapai zero incident di masa depan.

Wakil Menteri BUMN Pahala N Masyuri Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati Foto: Pertamina

Ia pun mengungkap, sebagai bagian dari BUMN, Pertamina diamanatkan untuk memenuhi ketahanan energi dan menyediakan akses energi secara nasional. Nicke menerangkan pihaknya terus melakukannya melalui sejumlah inisiatif unggulan seperti BBM Satu Harga dan implementasi One Village One Outlet (OVOO) untuk memenuhi amanat tersebut.

Nicke menambahkan pihaknya juga membangun program pemberdayaan di seluruh wilayah operasi dalam rangka memperkuat hubungan baik dengan masyarakat. Pertamina juga melakukan rekrutmen dan pengembangan karyawan, termasuk membuka jalan bagi penyandang disabilitas untuk bergabung dengan perusahaan.

"Pertamina juga memimpin dalam mempromosikan kesetaraan gender di tempat kerja. Dua dari enam Dewan Direksi adalah perempuan dan di tingkat manajemen senior, jumlah perempuan lebih dari 16%," imbuhnya.

Sementara untuk aspek Tata Kelola, Nicke mengatakan pihaknya telah meluncurkan New Pertamina Clean Charter pada Juni 2020 sebagai salah satu upaya penerapan ISO 37001:2016 tentang Sistem Manajemen Anti Suap. Piagam tersebut turut membahas tentang upaya menghindari konflik kepentingan, tidak menoleransi suap, menjunjung tinggi manajemen profesional, kepercayaan dan integritas yang pelaksanaannya mengacu pada prinsip GCG yang kuat di seluruh organisasi.

Ia menilai ke depannya penerapan ESG di Pertamina Group akan semakin terintegrasi dan termonitor dengan maksimal sebagai bentuk komitmen untuk keberlanjutan perusahaan.

"Kami percaya bahwa implementasi transisi Energi dan Strategi ESG secara keseluruhan akan memberikan benefit untuk kelangsungan bisnis, meningkatkan daya saing, menurunkan risiko bisnis, meningkatkan kesejahteraan karyawan, meningkatkan reputasi Pertamina, dan menyediakan akses permodalan yang kompetitif," pungkasnya.

Nicke pun berharap keberhasilan program ESG Pertamina dapat memberi manfaat berkelanjutan (sustainability) bagi lingkungan dan masyarakat.

(ega/ega)