Mengenal Produk Aluminium Ingot, Billet & Alloy, Ini Kelebihannya

Angga Laraspati - detikFinance
Rabu, 30 Jun 2021 12:36 WIB
Pabrik Inalum di Kuala Tanjung
Foto: Pradita Utama/detikcom
Kabupaten Batu Bara -

Pabrik peleburan aluminium yang terletak di Kuala Tanjung, Kecamatan Sei Suka, Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara merupakan satu-satunya pabrik peleburan aluminium di Indonesia. Setidaknya pabrik seluas 200 hektare ini mampu memproduksi sekitar 250.000 ribu ton aluminium per tahunnya.

Pabrik yang dimiliki oleh PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) ini setiap harinya terus beroperasi menghasilkan 3 produk aluminium untuk konsumsi industri dalam negeri. Adapun 3 produk unggulan tersebut adalah aluminium ingot, billet, dan alloy.

"Inalum memiliki satu produk yang sudah diproduksi sejak Inalum pertama berdiri yaitu ingot serta dua produk unggulan yang baru diproduksi sejak 2017 yaitu billet dan alloy. Dua produk unggulan ini yang menjadi concern management untuk meningkatkan nilai tambah perusahaan," ungkap Deputy Corporate Secretary Inalum Mahyaruddin Ende kepada detikcom di Pabrik Inalum beberapa waktu lalu.

Lalu apa beda ketiga produk tersebut serta penggunaan barang jadinya nanti?

Aluminium Ingot

Pabrik Inalum di Kuala TanjungAluminum Ingot - Foto: Pradita Utama/detikcom

Aluminium ingot merupakan aluminium batangan yang biasanya akan dilebur ulang untuk dijadikan berbagai macam produk. Sebut saja untuk bahan material otomotif yaitu velg, hingga komoditas kemasan seperti kaleng makanan dan minuman.

Setiap batang aluminium ingot dari Inalum memiliki berat 22,7 kg dengan 2 jenis kualitas produk yaitu 99,90% dan 99,70%. Produk ini juga telah terdaftar pada London Metal Exchange (LME) tanggal 23 September 1987.

"Aluminium ingot ini biasanya akan dibeli oleh industri yang kemudian akan dilebur ulang. Biasanya memang buat berbagai kebutuhan industri aluminium secara umum seperti otomotif, konstruksi, alat rumah tangga dan lain-lain," kata Ende.

Aluminium Billet

Produk unggulan kedua yang dihasilkan Inalum adalah aluminium billet. Berbeda dari aluminum ingot yang berbentuk batangan, aluminium billet bentuknya mirip seperti pipa-pipa panjang. Kegunaan dari aluminium billet juga sangat penting bagi pembangunan lho, karena dapat dipakai untuk bahan konstruksi bangunan.

Pabrik Inalum di Kuala TanjungAluminium Billet Foto: Pradita Utama/detikcom

Aluminium Alloy

Untuk produk ketiga yaitu aluminium alloy yang menjadi turunan lainnya dari produk aluminum. Produk ini disebut punya potensi pasar yang tinggi, mengingat aluminium alloy adalah produk yang tinggal dilebur untuk dijadikan material lainnya.

"Aluminium alloy ini punya pasar yang baik, industri otomotif sangat mencari aluminium jenis ini. Karena mereka tak perlu lagi melebur aluminum ingot menjadi alloy. Ongkos produksi juga akan lebih murah, mengingat mereka tak melakukan proses peleburan aluminium yang bersifat major," tutur Ende.

Produk aluminium alloy milik Inalum memiliki berat kurang lebih 10 kg per batangnya, dengan panjang 730 mm. Pada praktiknya, ketiga produk unggulan dari Inalum ini dapat dijadikan velg hingga kerangka mobil, kerangka pesawat dan komponen otomotif lainnya.

Dalam proses pembuatannya, ketiga produk ini harus melewati proses yang cukup panjang. Setidaknya ada 3 proses yang harus Inalum lakukan untuk menghasilkan 3 produk unggulan yang mereka punya, yaitu proses di pabrik karbon, pabrik reduksi, dan pabrik pencetakan.

Sebagai informasi, detikcom bersama BUMN Holding Industri Pertambangan Mining Industry Indonesia (MIND ID) mengadakan program Jelajah Tambang berisi ekspedisi ke daerah pertambangan Indonesia. Tim detikcom menyambangi kota-kota industri tambang di Indonesia untuk memotret secara lengkap bagaimana kehidupan masyarakat dan daerah penghasil mineral serta bagaimana pengolahannya.

Untuk mengetahui informasi lebih lengkap, ikuti terus beritanya di detik.com/jelajahtambang

(ega/ara)