Permintaan Batu Bara Masih Tinggi Meski Pandemi, Angkutannya SIap?

Tim detikcom - detikFinance
Kamis, 01 Jul 2021 15:00 WIB
Batu bara di kapal CB 121 Banjarmasin terbakar dan mengeluarkan asap tebal. Nelayan di perairan Pulorida, Merak, khawatir pernapasannya terganggu.
Foto: Muhammad Iqbal
Jakarta -

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dalam hal ini Direktorat Jenderal Mineral dan Batu Bara mencatat sampai dengan Mei 2021, produksi batu bara nasional telah mencapai 237 juta ton, atau sebesar 38% dari target produksi batu bara tahun ini 625 juta ton.

Untuk memaksimalkan potensi ekonomi dari sektor pertambangan batu bara, faktor lain yang menjadi sorotan adalah keandalan transportasi alias angkutan batu baritu sendiri.

Distribusi hasil pertambangan batu bara di Indonesia bukan hanya menggunakan transportasi darat. Kondisi geografis negara Indonesia yang terdiri dari banyaknya pulau membuat transportasi laut sebagai transportasi utama dalam pengangkutan batu bara. Inilah alasan pentingnya transportasi laut untuk batu bara di Indonesia diperhatikan.

Perusahaan tambang yang ingin mengirimkan bahan tambang seperti batu bara dapat menyewa kapal khusus untuk tambang dari perusahaan transportasi laut.

PT Batulicin Nusantara Maritim yang merupakan perusahaan yang bergerak dibidang transportasi laut untuk mengangkut batu bara yang telah melantai di bursa ini pun terus melakukan transformasi infrastruktur.

Direktur PT Batulicin Nusantara Maritim (BNM), Yuliana menjelaskan bahwa terdapat beberapa infrastruktur memadai yang dimiliki yaitu kapal tunda, kapal tongkang sehingga dapat mengangkut batu bara dengan efektif dan efisien yang menjangkau hingga ke daerah-daerah terpencil yang sulit dijangkau dengan kapal pengangkut biasa.

"PT BNM dengan keunggulannya terafiliasi fasilitas terintegrasi, pelayanan terbaik dan tepat waktu, kompetitif, real time monitoring, serta memiliki tim yang handal sehingga PT BNM menjadi angkutan air batu bara nasional. Kita dorong integrasi sistem untuk jadi poros angkutan laut nasional," kata Yuliana pada keterangannya (1/7/2021).

Perusahaan dengan kode saham (BESS) ini pun memiliki lokasi yang strategis sehingga memudahkan untuk melakukan setiap kegiatan pengangkutan batu bara.

Selain itu juga PT BNM bersinergi dengan pelabuhan khusus batu bara, selalu meningkatkan efektivitas usaha dengan memaksimalkan utilitas kapal, serta selalu menjaga hubungan baik dengan pelanggan sehingga PT BNM selalu mengedepankan tata kelola perusahaan yang baik dalam dalam seluruh sistem perusahaan.

"Kami yakin dengan induk utama PT Batulicin Enam Sembilan yang merupakan Holding Company yang memiliki banyak entitas anak perusahaan, dapat membantu seluruh aspek dalam melakukan setiap kegiatan pertambangan batu bara utamanya. Kita ciptakan ekosistem yang baik di industri ini," ungkap Yuliana.

Dengan infrastruktur yang ada, PT BNM yakin dengan menjadi angkutan laut batu bara nasional ke depannya dapat bersinergi dengan para pelaku usaha di bidang batu bara utamanya, sehingga dengan PT BNM menjadi solusi untuk melakukan pertumbuhan dan percepatan pertambangan batu bara di Indonesia khususnya di Batulicin, Kalimantan Selatan.

"Salah satu wujud nyata PT BNM dalam melakukan percepatan dan pertumbuhan pertambangan batu bara di Kalimantan Selatan adalah salah satunya dengan mengakuisisi salah satu perusahaan pertambangan batu bara di daerah setempat. Sekarang masih tahap negosiasi, kita akan sampaikan ke masyarakat dalam waktu dekat," tutup Yuliana.

(dna/dna)