UMKM Mau Nyemplung ke Industri Hulu Migas? Begini Cari Modalnya

Aulia Damayanti - detikFinance
Kamis, 15 Jul 2021 14:02 WIB
Nasabah PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) menunggu antrean di kantor BSI Regional XI Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (5/4/2021). BSI memulai tahapan merger operasional untuk menyatukan sistem layanan guna mendorong pengembangan keuangan syariah yang ditargetkan selesai pada 1 November 2021. ANTARA FOTO/Arnas Padda/yu/aww.
Foto: ANTARA/ARNAS PADDA
Jakarta -

Workshop Peningkatan Daya Saing Nasional 2021 oleh Kementerian Investasi / BKPM yang dilaksanakan di Kota Palembang 8-9 Juli 2021 tidak hanya mengundang pemain industri hulu migas, namun juga menghadirkan kalangan perbankan yang dibutuhkan untuk mendukung industri tersebut.

Bank Syariah Indonesia (BSI) menjadi salah satu bank yang hadir dan memaparkan komitmen mereka dalam mendukung UMKM Penunjang Industri Hulu Migas.

Agus Suhendro, Group Head SME Business Group Bank Syariah Indonesia menjelaskan kepada peserta saat ini BSI merupakan bank syariah yang lebih kuat setelah mergernya bank syariah himbara menjadi BSI.

"Saat ini BSI merupakan bank dengan market share ke-7 di Inidonesia dan terus menguatkan kapasitas kami untuk berkontribusi dalam pembangunan bangsa. Pengusaha juga tidak perlu takut dengan dukungan jaringan BSI karena saat ini BSI telah memiliki 11 kantor regional, di 45 area, 1365 Outlet, dan juga 2086 ATM," kata Agus pada acara workshop yang diselenggarakan BKPM dan SKK Migas, Kamis (15/07/2021).

Agus juga menyampaikan potensi perkembagan UMKM Indonesia yang akan sangat besar mengingat pertumbuhan pelaku UMKM terus meningkat setiap tahunnya.

"Kami melihat UMKM Indonesia khususnya di Industri Hulu Migas akan terus meningkat setiap tahunnya. BSI berkomitmen untuk ikut serta dalam memenuhi kebutuhan modal kerja UMKM melalui produk-produk kami. Penyaluran pembiayaan UMKM kami meningkat dari 2019 sebesar Rp 10.36 Miliar menjadi Rp 16.21 Miliar di tahun 2020," tegas Agus.

Pada kesempatan kali ini dihadapan para pengusaha muda peserta workshop BSI menyampaikan informasi solusi pembiayaan yang BSI tawarkan

"Kami di BSI mendukung usaha nasabah/calon nasabah yang tidak bertentangan denga prinsip syariah, ada modal kerja yang dipertunukan untuk pembelian barang atau bahan baku usaha, refinancing aset yang dimiliki nasabah, juga take over fasilitas pembiayaan usaha. Selain itu kami juga menghadirkan pembiayaan untuk investasi dalam pembelian tempat usaha, kendaraan operasional usaha, renovasi juga take over fasilitias pembiayaan investasi," ujar Agus.

Industri hulu migas termasuk ke dalam industri yang membutuhkan dukungan pendanaan besar. Kehadiran BSI dalam memberikan dukungan bagi UMKM akan menjadi angin segar untuk pertumbuhan UMKM di sektor penunjang hulu migas.

(dna/dna)