Freeport Gandeng Chiyoda Kebut Pembangunan Smelter di Gresik

Aulia Damayanti - detikFinance
Kamis, 15 Jul 2021 21:45 WIB
Smelter
Foto: detikcom
Jakarta -

PT Freeport Indonesia (PTFI) menggandeng perusahaan rekayasa konstruksi, PT Chiyoda International untuk bekerja sama membangun Smelter Manyar milik Freeport yang terletak di Gresik, Jawa Timur. Keduanya pun telah teken kontrak sebagai bukti kerja sama tersebut.

"Penandatanganan kontrak ini menegaskan komitmen PTFI untuk membangun smelter, sesuai dengan kesepakatan divestasi tahun 2018," ujar Presiden Direktur

Freeport Indonesia Tony Wenas, dikutip dari keterangannya, Kamis (15/7/2021).

Kontrak yang telah ditandatangani kedua pihak mencakup pengerjaan proyek pembangunan smelter berkapasitas 1,7 juta ton konsentrat per tahun serta fasilitas Precious Metal Refinery (PMR) di kawasan Java Integrated Industrial and Ports Estate
(JIIPE), Gresik.

Direktur PT Chiyoda International Indonesia Naoto Tachibana berharap pengalaman dan kepemimpinan Chiyoda sebagai salah satu perusahaan terkemuka di dunia akan membantu mewujudkan tujuan optimalisasi hilirisasi nasional.

"Penandatanganan kontrak ini menandai teguhnya komitmen PT Chiyoda International Indonesia untuk turut berkontribusi bagi bangsa dan negara Indonesia. Kami akan melakukan yang terbaik, memastikan proyek ini dapat kami selesaikan tepat waktu." ujarnya.

Sebelumnya, penandatanganan kontrak kerja sama EPC ini sempat tertunda selama beberapa bulan akibat pandemi. Meski demikian, pengerjaan EPC di JIIPE terus berjalan, termasuk pengadaan barang long lead item, stripping, dan penyiapan area laydown untuk peralatan dan material konstruksi.

Selain itu, persiapan pelaksanaan vaksinasi COVID-19 pun tengah dilakukan di lapangan bagi para pekerja konstruksi. Vaksinasi akan dilakukan secara bertahap dan diproyeksikan akan membutuhkan sekitar 40 ribu dosis vaksin COVID-19.

"Di tengah berbagai tantangan pandemi COVID-19 yang dialami Indonesia dan seluruh pihak yang terlibat dalam proyek ini, kami terus melakukan penyesuaian agar kami dapat terus bekerja sambil tetap mengedepankan kesehatan dan keselamatan seluruh tenaga kerja serta masyarakat di sekitar area kerja," tandas Tony Wenas.

(dna/dna)